Monday, 8 August 2016


You should enjoy the little detours to the fullest. Because that's where you'll find the things more important than what you want.


Walau terhitung cukup lawas, tetapi gw rasa belum lah terlambat untuk mengulas ulang salah satu anime terbaik ini. Yap, Hunter x Hunter, yang menceritakan seorang anak muda berusia 12 tahun. Siapa yang menyangka kalau anime ini akan menjadi anime yang akan selalu dibicarakan dan selalu dinantikan kehadirannya kembali (HxH tamat di episode 148, dengan meninggalkan sejumlah misteri yang membuat penasaran).

Sinopsis

Gon Freecs bercita-cita untuk menjadi hunter, dengan tujuan utamanya yaitu untuk menemukan ayahnya, Ging Freecs yang meninggalkan Gon sedari kecil. Keinginan Gon ini sempat ditolak oleh Mitou, bibi Gon, karena menganggap menjadi seorang hunter sangatlah berbahaya untuk Gon. Tetapi Gon berhasil meyakinkan Mitou dan segera pergi dari Pulau Paus, tempat Gon tinggal, untuk mengikuti ujian menjadi hunter. Dari ujian hunter itulah, Gon bertemu dengan Kurapika, Leorio dan Killua, yang kelak akan menjadi sahabat terdekatnya.


Review

Harus diakui, cukup sulit untuk tenggelam begitu saja ketika baru memasuki episode-episode awal dari HxH.  Ceritanya belum begitu mengikat, sampai pada ketika karakter Hisoka muncul, baru lah gw mulai sedikit tertarik dengan HxH. Hunter Exam sendiri memang bukan arc favorit gw di HxH, tetapi sebagai landasan untuk menuju cerita ke selanjutnya, Hunter Exam sudah menjadi pondasi yang cukup baik. Sang writer seolah ingin memberitahu bahwa HxH memang bukan animanga yang berpusat akan pertempuran, tetapi strategi dalam setiap masalah.  Yang menjadi sorotan utama tentu saja hubungan antar 4 karakter utama, yaitu Gon, Killua, Leorio serta Kurapika. Penonton diajak mengetahui tujuan setiap masing-masing karakter. Tapi karakter Hisoka lah yang berhasil menjadi magnet terbesar HxH sedari karakternya muncul. Penuh misteri baik tujuan utama serta motivasinya, Hisoka sukses menjadi karakter terbaik di HxH.
Selepas Hunter Exam arc, bisa dibilang cerita dari HxH mengalami peningkatan dalam kadar kedewasaan serta memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri dalam setiap arc. Setiap arc memiliki momen-momen tersendiri yang bisa menjadi trademarck dalam tiap arc, sebagai contoh di Heaven’s Arena Arc dimana momen Gon berhasil menghantam muka Hisoka berhasil menjadi highlight tersendiri dan sangat berkesan.



Karakter-karakter baru yang muncul juga memiliki ciri khas masing-masing, terutama para anggota Gennei Ryodan yang muncul di Yorkshin arc. Dalam arc ini, Kurapika lah yang menjadi tokoh utama. Perkembangan karakter Kurapika sendiri tidak mengecewakan, dimana sisi gelap dari Kurapika ditampilkan disini dan membuat Kurapika tidak jatuh menjadi sosok protagonis dua dimensi saja. Tidak dapat dipungkiri, anggota Gennei Ryodan inilah yang membuat Yorkshin arc begitu dicintai oleh sebagian besar pecinta HxH. Togashi begitu detil menyematkan setiap ciri khas dari setiap anggota. Favorit gw tentu saja Feitan dan Lucifer. Sayangnya arc ini memiliki dua minus terbesar, yang pertama klimaksnya yang kurang mengena dan tidak memorable, dan kedua karakter Gon, Killua serta Leorio tampak hanya sebagai sidekick saja.



Apabila membicarakan HxH, tentu saja Chimera Ant arc harus ikut dalam pembahasan. Arc yang dianggap kontroversial dan cukup polarising ini memang sangat berpengaruh dalam peningkatan cerita dari HxH. Begitu banyak momen-momen yang memorable dari arc ini sehingga tidak heran banyak yang menganggap Chimera Ant arc adalah arc terbaik dalam sejarah HxH, atau bahkan dalam sejarah dunia anime. Karakter Gon yang pada awalnya kita kenal adalah karakter happy-go-lucky semakin terkikis di sini dan kita diperlihatkan sisi dark dari Gon. Dalam kualitas cerita, tentu Chimera Ant memiliki cerita yang jauh lebih kompleks dibandingkan arc yang lainnya. Ini bukan lah cerita standar Good guy vs Bad Guy, tidak, arc ini mencakup lebih luas dari itu. Arc ini mengajak kita untuk bercermin serta mempertanyakan diri sendiri apakah layak kita menganggap para semut chimera tersebut sebagai spesies yang jahat, apakah spesies manusia semakin hari semakin kehilangan rasa kemanusiaannya dengan mengatas namakan perdamaian, serta beberapa pertanyaan lainnya. Tidak hanya itu, motivasi para karakter utama disini untuk melawan semut chimera juga tidak luput dari fokus kita. Ambil contoh Gon dan Netero. Pada awalnya Gon memang ingin melindungi umat manusia dalam memerangi semut chimera, namun ketika Kite tertangkap dan jiwanya dalam kendali musuh, Gon lupa tujuan awalnya dan isi kepalanya hanyalah untuk menyelamatkan Kite, tanpa memedulikan resiko yang dihadapinya. Di sisi lain Netero hanya mengikuti perintah atasan dan terbujuk akan egonya yang ingin mencoba kekuatan dari sang raja. Yang menarik lagi adalah momen sebelum Netero duel dengan raja dari semut chimera, yaitu Meruem. Susah untuk mendukung Netero ketika kita melihat sang raja menunjukkan perubahan dari sosok monster menjadi lebih manusia. Duel antara Meruem vs Netero sendiri disajikan begitu berkelas, the definition of epicness.


Karakter Meruem sendiri merupakan salah satu aspek terbaik dari Chimera Ant arc. Pada awalnya, Meruem tidak lebih dari sosok monster yang tidak memiliki belas kasihan sama sekali, bahkan Meruem tidak segan membunuh para semut chimera lainnya, bahkan pengawal kerajaan pun tidak luput dari kekejaman Meruem. Tetapi karakter ini dari episode ke episode mengalami perubahan dari sosok monster ke sosok yang lebih manusia. Transformasi ini tidak dipaksakan dan mengalir meyakinkan.
Namun terlepas dari kelebihan-kelebihan di atas, gw pun memahami apabila ada beberapa penggemar HxH yang tidak menyukai Chimera Ant arc, bahkan cenderung membencinya. Memang sebelum kemunculan Neferpitou dan Meruem, Chimera Ant arc dimulai dengan cukup lambat dan karakter-karakter dari semut chimera sendiri tidak banyak yang menarik perhatian dan tidak meninggalkan kesan yang mendalam, sehingga cukup susah karakter-karakter tersebut untuk dinikmati sepak terjangnya. Praktis, hanya karakter Colt yang memiliki kedalaman karakter dan berbeda dibanding semut chimera yang lainnya. Kecuali Morel, pada karakter asosiasi hunter sendiri juga tidak terlalu menarik pada awalnya, sebelum memasuki penyerangan ke kerajaan. Pada plot menginvasi kerajaan tersebut, barulah karakter seperti Knuckle dan Knov sedikit mengalami peningkatan dan menarik untuk diikuti. Sub plot dalam Chimera Ant arc juga tidak bisa dibilang sedikit karena hampir semua karakter utamanya memiliki tujuan masing-masing. Chimera Ant arc sendiri memiliki lebih dari 70 episode, mungkin hampir dua kali lipat dibandingkan Yorkshin arc. Gw sendiri cukup merasakan kebosanan ketika Gon dan Killua berlatih untuk memasuki wilayah NGL (wilayah yang dikuasai oleh semut chimera). Namun tidak dapat dipungkiri, arc inilah yang akan selalu diperbincangkan dan menjadi trademark tersendiri dari HxH.
Bila gw ditanya, mana yang terbaik antara Yorkshin dan Chimera Ant, gw lebih memilih Chimera Ant. Satu-satunya aspek yang membuat Yorkshin lebih unggul hanyalah karakter-karakter yang ditampilkan memang jauh lebih memorable (Gennei Ryodan Member). Namun dari segi kualitas cerita, yang jauh lebih melekat dalam pikiran, gw secara lantang memilih Chimera Ant yang lebih unggul.
Selain cerita, salah satu kekuatan besar dari HxH yang lainnya adalah chemistry antara Gon dan Killua. Mungkin memang sedikit berlebihan melihat kedekatan mereka, ditambah ada kalimat-kalimat yang sedikit mengarah ke gayness, tetapi pertukaran dialog, momen komedinya, setiap kerja sama yang mereka lakukan, semuanya hampir sempurna, dan ketika melihat momen di episode 147, penonton mau tidak mau merasakan keharuan menyaksikannya yang telah terlanjur tenggelam akan bromance kuat antara Gon dan Killua.
Kesimpulannya, untuk anime berjenis shounen, HxH cukup memberikan perbedaan dibandingkan anime-anime shounen yang lain. HxH lebih mengedepankan strategi daripada pertarungan. HxH juga memiliki karakter-karakter yang sangat menarik, terutama dari sisi antagonisnya. Salah satu anime terbaik dalam dua dekade terakhir.

Karakter

Seperti yang gw sebutkan diatas bahwa HxH dipenuhi dengan karakter-karakter yang sangat menarik dan memiliki ciri khas tersendiri.  Berikut 10 karakter terbaik HxH versi gw:

10. Pouf


Bisa dibilang, Pouf adalah satu-satunya dari 3 pengawal kerajaan yang tidak menunjukkan sisi kemanusiaan nya sama sekali. He’s pure evil, sehingga tidak sulit untuk membencinya. Tetapi disitulah daya tariknya, kesetiaannya yang begitu besar terhadap Raja membuatnya berani melakukan apapun untuk memenuhi obsesinya sendiri, yaitu membantu Raja untuk menguasai dunia. Bisa dibilang, Pouf merupakan pengawal kerajaan yang paling pintar diantara Pitou dan Youpi.

9. Ging Freecs


Dalam dunia anime, sudah hal yang lumrah apabila sosok ayah dari karakter utama memiliki suatu aspek yang khusus yang membedakan dirinya dari karakter lainnya. Ayah dari Naruto yaitu Minato adalah Hokage termuda serta pahlawan bagi desa Konoha. Ayah dari Luffy, Monkey D Dragon adalah sosok penjahat yang menggerakkan revolusi dari setiap kerajaan sehingga pemerintah menetapkan dirinya sebagai penjahat paling dicari dalam dunia One Piece. Masing-masing dari mereka memiliki kharisma yang sulit untuk tidak terpesona. Tetapi sosok Ging berbeda. Memang Ging digambarkan merupakan hunter terkuat, tetapi di episode-episode terakhir, gw terkejut melihat karakter Ging yang biasa saja, sama sekali tidak memiliki kewibaan yang membuatnya dibenci oleh hunter lainnya (scene dimana Ging bilang sibuk ke Gon buktinya XD). Hal ini membuatnya membedakan dengan karakter ayah dari anime sejenis. Keunikan ini lah yang membuat gw memasukkan Ging sebagai salah satu karakter terbaik di HxH.

8. Neferpitou


Pengawal terkuat dibandingkan Pouf dan Youpi. Nen nya sendiri mampu Gon, Killua, serta yang lainnya tidak berkutik, dan berkat nen nya juga lah kerajaan yang dikuasai oleh Raja tidak berani diusik oleh Gon dkk. Merupakan musuh yang tepat untuk Gon, dimana Gon harus memaksakan dirinya untuk mengeluarkan seluruh kemampuannya hingga terancam tidak bisa menggunakan nen lagi seumur hidupnya.

7. Gon


Tidak dipungkiri, karakter Gon memang seperti karakter-karakter anime shounen sejenisnya. Semangat, memilki pemikiran everything-is-gonna-be-alright nya yang membuat karakter ini sedikit tenggelam bila disandingkan dengan karakter-karakter yang jauh lebih menarik. Tetapi, memasuki pertengahan Chimera Ant arc, Gon mengalami perubahan yang cukup signifikan. Karakter Gon mengalami degradasi dalam hal pikiran positifnya dan tenggelam ke dalam sisi kegelapannya, yang justru membuat karakter ini jadi lebih keren dan layak masuk list ini.

6. Chrollo Lucifer


Pemimpin dari organisasi Gennei Ryodan. Lucifer memiliki buku yang mampu menyimpan data setiap jurus dari musuhnya. Kemampuan Lucifer digambarkan sangat hebat sehingga Hisoka pun sangat penasaran ingin bertarung dengan dirinya. Sayangnya karakter ini belum terlalu ditunjukkan kekuatan maksimalnya, dimana nen nya disegel oleh Kurapika yang membuat Yorkshin arc berakhir datar atau anti klimaks.

5. Feitan


Tidak sulit untuk jatuh hati dengan karakter ini. Feitan memiliki sifat yang kalem, tenang serta memiliki kekuatan yang hampir setara dengan Lucifer. Selain itu, Feitan adalah anggota Gennei Ryodan yang memiliki penampilan yang paling menarik, menambah sisi misteriusnya karakter yang menjadi sangat kuat bila dalam keadaan terdesak.

4. Kurapika


Kurapika sebenarnya berpotensi menjadi karakter terbaik nomor dua setelah Hisoka, namun screen time Kurapika yang terbilang cukup minim yang membuatnya harus rela berada di posisi ke 4. Bisa dibilang diantara 4 karakter utamanya, Kurapika lah yang paling dewasa serta paling tenang, terutama setelah menguasai nen. Kekuatan Kurapika sendiri yang paling mengerikan di antara keempat orang tersebut. Gw selalu menyukai momen dimana mata Kurapika menjadi merah dan, yah, shit happens when he’s eyes turns to red.

3. Meruem


Seperti yang gw bilang diatas, salah satu aspek terbaik di Chimera Ant arc adalah character development dari Meruem, one of the most overpowered characters in anime. Siapa yang menyangka bila karakter yang benar-benar pure monster ketika muncul pertama kali ini, menjadi karakter yang memiliki momen kematian paling menyentuh di seri HxH. Mungkin ini baru pertama kali gw netesin air mata untuk kematian villain dalam sejarah anime.

2. Killua


Susah untuk tidak jatuh cinta terhadap karakter Killua. Karakternya bisa dibilang berbanding terbalik dengan Gon, namun justru disitulah letak menariknya karakter yang merupakan salah satu dari keluarga Zoldyck ini. Beda dengan Gon, Killua mendapatkan pengembangan karakter yang mengesankan dari setiap arc, dimana pada awalnya Killua terlihat kaku dan kurang bisa bersosialisasi, hingga menjadi individu yang memiliki rasa persahabatan yang kuat dan mau berkorban untuk orang yang berarti untuk dirinya.

1. Hisoka


Tidak perlu banyak penjelasan, Hisoka adalah karakter terbaik di HxH. Setiap kemunculannya memiliki daya magis tersendiri. Tujuan utama Hisoka sendiri adalah mencari lawan yang kuat yang mampu memuaskan dirinya. Hisoka bergabung dengan Gennei Ryodan hanyalah untuk bisa bertarung dengan ketua Gennei Ryodan, yaitu Lucifer. Hisoka penuh dengan misteri, yang membuat keputusan atau langkah berikutnya susah untuk ditebak. Itulah yang menjadi alasan kuat mengapa Hisoka merupakan karakter favorit gw. 


Top 5 Memorable Moment

Honorable Mentions
Netero vs Meruem
Kurapika kills Uvogin
Leorio and Ging, that punch
The Conversation between Father and Son
The birth of the King


5. Gon hits Hisoka

Merasa memiliki hutang pukulan dengan Hisoka, Gon pun berlatih untuk mampu menguasai nen. Gon pun memiliki kesempatan dimana dia bertarung dengan Hisoka dalam Heaven’s Arena. Dengan kecerdikan akan strateginya, Gon pun berhasil ‘melunasi’ hutangnya terhadap Hisoka.



4. Requiem by Gennei Ryodan



Salah satu invasi terkeren yang pernah gw saksiin. Dengan Lucifer sebagai maestronya, setiap anggota Gennei Ryodan menyerang setiap musuh mereka di Yorkshin City.

3. Meruem and Komugi’s death


“Oyasuminasai, Meruem”. Kematian seorang villain terbaik dalam sejarah anime. Meruem yang sadar waktunya tidak lama lagi, memilih untuk menghabiskan waktu terakhirnya bermain Gungi bersama Komugi, manusia yang berhasil menyuntikkan sisi humanis ke Meruem.  Kematian Meruem yang berada di pangkuan Komugi sendiri terlihat bagaikan sosok anak yang meninggal di hadapan ibunya. What a brilliant way to ending the epic story.

2. Gon’s Transformations


 
Gon benar-benar kehilangan kendali ketika mengetahui fakta bahwa Kite, orang yang sangat dihormatinya, telah tewas. Neferpitou, yang telah membunuh Kite, menyatakan akan membunuh Gon. Gon yang telah dikuasai akan dendam nya kepada Pitou, melepaskan semua nen nya dan bertransformasi menjadi sosok Gon dewasa, yang menurut Pitou, memiliki kekuatan yang setara akan Raja. Detik-detik Gon bertransformasi benar-benar digarap dengan baik oleh Madhouse sehingga momen tersebut jauh lebih memorable dibandingkan pertempuran Gon vs Pitou.

1. A Separation between Gon and Killua



Mungkin lebih ratusan episode kita mengikuti pertualangan Gon dan Killua sehingga kita telah terbiasa dengan kebersamaan mereka berdua. Jadi, ketika momen Gon dan Killua berpisah dan mulai menjalani perjalanan mereka masing-masing, mau tidak mau kita merasakan kehilangan begitu besar. Persahabatan Gon dan Killua adalah jiwa dari HxH. Flashback antara mereka berdua yang ditampilkan saat roll credit berjalan, menambah haru yang memaksa air mata ini mengalir.

Hunter Exam Arc = 7/10
Zoldyck Family Arc = 7,75/10
Heaven’s Arena Arc = 8/10
Yorkshin Arc = 8,75/10
Greed Island Arc = 7,5/10
Chimera Ant Arc = 9,25/10
Election Arc = 7,5/10

Final Score

8/10 + 1 (untuk karakter-karakternya yang sangat memorable, terutama karakter villainnya)

9/10

Categories: ,

2 comments:

  1. Salam kenal

    sesama blogger dan pecinta film juga...

    Btw, Hunter X Hunter memang anime yg keren...
    Dia nggak cuman cerita anime biasa...
    Bisa dibilang hampir punya kesempurnaan cerita...
    Dan karakter yg memorable..

    Sama kayak Full metal alchemist brotherhood...
    Meski Saya lebih prefer ke FMA Brotherhood..
    Karena sisi humanis dan emosional karakter nya jauh lebih besar di anime ini.

    ReplyDelete
  2. kalo dibandingin FMA:B sih saya juga prefer FMA:B.. setuju karena sisi humanisnya jauh lebih baik dibandingkan animanga lainnya. dan melihat juga fakta bahwa protagonist Ed dan Al itu gak kayak protagonist lainnya dimana musuh2 utama di tiap arc harus dikalahkan oleh protagonist utama
    salam juga ya :D trimakasi udah mampir

    ReplyDelete

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!