Tuesday, 4 July 2017


 "Kids these days are really spoilt... its like 'mummy, I want a playstation, mummy, I want you to kill that man'".-Ruth 

Plot

Wanita hamil usia tua itu bernama Ruth (Alice Lowe). Dengan kondisi kehamilannya itu ternyata tidak menghalangi niat Ruth untuk membalaskan kekasihnya yang tewas akibat kecelakaan saat melakukan kegiatan mendaki.





Review

Well, that's it. Hanya itulah fokus penceritaan Prevenge yang disutradarai serta juga ditulis oleh Alice Lowe ini. Lewat Prevenge, Lowe ingin memperlihatkan kondisi kehamilan usia tua tidak cukup menghalangi seorang wanita untuk melaksanakan agenda dendamnya, bahkan pada awalnya kehamilan itu ditampilkan layaknya sebuah motivasi yang sebenarnya tidak lain tidak bukan terlahir dari rasa dendam pribadi. Tentu dengan karakter utamanya merupakan wanita dengan kondisi berbadan dua tersebut adalah pembeda Prevenge dengan berbagai film-film bertemakan balas dendam lainnya. Belum lagi Lowe menyentuhnya dengan sedikit kritik sosial dan komedi hitam yang cukup kental.

Memang, sebelum Prevenge, telah ada film-film yang memiliki karakter utama perempuannya tengah kondisi hamil, sebut saja yang paling populer Juno dan film dari negeri Barata yang juga terselipkan kisah dendam, Kaahani. Namun itu tidak menghentikan keasikan saya melihat sosok wanita yang seharusnya memfokuskan dirinya untuk istirahat itu melakukan kegiatan pembunuhan. Prevenge disokong dengan naskah yang sederhana, dan Lowe sadar itu sehingga Lowe menyajikan Prevenge straight to the point tanpa memaksakan filmnya berlagak untuk sok pintar dan membuat penontonnya berpikir dengan keras. Kita telah tahu bila kekasih Ruth telah meninggal dalam kecelakaan walau memang kronologi kematiannya tidak disajikan dengan gamblang namun pengungkapan di pertengahan film itu telah lebih dari cukup. Namun absennya adegan kematian kekasih Ruth di awal film itu berpengaruh terhadap persepsi penonton kepada Ruth. Sosok Ruth tampak seperti pembunuh berdarah dingin seolah tanpa motif dibalik setiap aksi pembunuhannya, terlebih para korban masing-masing memiliki profesi yang berbeda-beda dan tidak terlihat mereka memiliki satu keterkaitan, sebelum memang terungkap bila para korban memiliki hobi yang sama. Untungnya karakter Ruth disini cukup mudah disukai. Selain dikarenakan kondisinya yang mengakibatkan penonton mudah untuk bersimpati terhadap dirinya, Ruth juga wanita yang sarkastik. Tidak jarang ia melontarkan one liner yang cukup menyunggingkan senyum. Ditambah pula akting dari Lowe sendiri yang sempurna sebagai Ruth yang mampu memberikan kelembutan serta sorot kesepian dari tatapan matanya, tanpa kehilangan sosok pembunuh yang berada di dalam dirinya, menjadikan Ruth menjelma sebagai wanita manipulatif  dalam mendekati calon-calon korbannya. Sulit dipercaya melihat aktingnya disini bila dirinya memang benar-benar tengah mengandung bayi berusia 7 bulan.

Prevenge jelas bukanlah film bertema balas dendam kosong karena Lowe menyelipkan beberapa isu sosial di narasinya. Isu-isu sosial itu diangkat hampir pada setiap pembunuhan yang terjadi disini, dari sosok laki-laki yang menghindari tanggung jawab, keengganan seorang wanita untuk menyumbangkan uangnya pada yayasan anak-anak yang menyimpan ironi tersendiri dan bahkan kecelakaan yang dialami kekasih Ruth disini tampaknya memiliki pesan tersembunyi tersendiri. Tetapi isu yang sebenarnya ingin diangkat oleh Lowe tampaknya kebiasaan orang tua jaman sekarang yang terlalu menuruti kehendak sang anak, tanpa memikirkan risiko yang terjadi kedepannya. Isu ini memang masih menjadi topik yang hangat hingga sekarang, apalagi melihat mudahnya orang tua sekarang memberikan gadget-gadget kepada anak mereka yang sebenarnya bukanlah konsumsi yang baik untuk perkembangan sang anak. 

Permasalahan pada Prevenge jelas adalah bagaimana setiap pembunuhan yang dilakukan oleh Ruth tampak begitu lancar, dan hampir absennya ancaman-ancaman menghampiri Ruth yang mengakibatkan kesan thriller nya hampir tidak terasa. Well, mungkin memang Lowe tidak ingin menjadikan Prevenge sebagai film bergenre thriller, dan benar saja saat saya memeriksa genre Prevenge di imdb, label thriller tidak ada disana. Namun, saya yakin sebagian besar penonton seperti saya yang melihat poster filmnya serta tidak mengenal siapa Alicia Lowe sebelumnya pasti mengekspektasikan suasana thriller yang mencekam, walau memang bila membicarakan darah, Lowe tidak sungkan-sungkan untuk menunjukkannya, bahkan potongan alat kelamin pun ditampakkan disini. Mengenai pelaku utama pembunuhan di film ini adalah seorang calon ibu yang berada pada kondisi hamil juga memunculkan perihal sendiri, yaitu lancarnya setiap pembunuhan yang dilakukan Ruth jelas menjadi lubang terbesar yang cukup mengganggu pada Prevenge, apalagi tidak ada bumbu-bumbu media disini yang berkenaan dengan korban-korban berjatuhan. Yah, untungnya Lowe menyajikan Prevenge dengan menghibur berkat komedi hitamnya yang tepat waktu (lebih mengomentari kursi berputar yang tengah diduduki mayat?) serta isu nya relatable sehingga saya bisa sedikit melupakan plot hole besar tersebut.

7,5/10

Categories: , ,

0 komentar:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!