Wednesday, 8 November 2017


"Well, to tell you the truth, I lied a little"- J.J Gittes

Plot

Setelah membantu Curly (Burt Young) mengungkap kebenaran perselingkuhan istrinya, detektif swasta J.J Gittes (Jack Nicholson) kembali harus menerima permintaan kasus perselingkuhan dari seorang wanita yang mengaku istri dari Hollis Mulwray (Darrel Zwerling). Wanita tersebut meminta Gittes untuk menyelidiki Hollis. Hollis sendiri merupakan chief engineer dari departemen Water and Power di Los Angeles. Awalnya, Gittes menolak permintaan wanita itu, namun wanita tersebut bersikeras sehingga Gittes pun akhirnya menerima permintaan kasus ini. Gittes pun mengikuti Hollis dan memang benar bila Hollis bertemu dengan gadis muda. Gittes mengabadikan momen-momen kedekatan Hollis dan gadis itu lewat foto. Foto-foto tersebut terpublis dalam media koran, sehingga kasus perselingkuhan Hollis pun menjadi skandal. Tanpa disadari Gittes bila wanita yang menyewa jasa nya adalah bukan istri dari Hollis Mulwray, karena istri yang sebenarnya, Evelyn Mulwray (Faye Dunaway) secara langsung mendatangi kantor Gittes dan berencana melayangkan gugatan kepada Gittes.




Review

Sebenarnya, pertama kali saya menonton Chinatown telah lama sekali, mungkin sekitar tahun 2012 an, namun kala itu saya belum terbiasa dengan tontonan yang memiliki jalan cerita yang cukup memeras otak, jadi nya saya tidak bisa melahap habis Chinatown dan sama sekali tidak tertarik untuk menonton ulang, paling tidak setelah beberapa waktu belakangan, ketertarikan saya untuk menonton ulang film yang disutradarai oleh Roman Polanski ini kembali hadir, saya juga tidak tahu apa faktor yang mendasarinya, namun yang pasti keputusan saya ini tidak saya sesali karena akhirnya saya bisa memahami mengapa Chinatown banyak dianggap oleh kritikus-kritikus film ternama sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibuat.

Sekali lagi, Chinatown, menurut saya, jelas bukanlah film yang ringan. Mungkin bila kalian membaca dari plot nya saja, kalian langsung bisa mengasumsikan bila pendapat saya berlebihan, tetapi saya katakan saja, plot Chinatown jauh lebih luas dari sekedar kasus perselingkuhan seorang laki-laki. Itu hanyalah pembuka saja, sebelum kita diajak Polanski menuju ke plot utamanya, yaitu konspirasi mengenai kasus kekeringan yang terjadi di Los Angeles. Setting yang dipakai dalam film ini adalah sekitar tahun 1930-1940an, namun sang penulis naskah Robert Towne terinspirasi akan kekeringan yang melanda Amerika Serikat pada periode 1970an sehingga kekeringan pun menjadi dasar plot dari Chinatown. Nah, hal ini pula lah yang menjadi faktor utama mengapa Chinatown bukanlah film yang ringan. Saya yang cukup pede dengan pengalaman menonton saya pun masih merasa kasus kekeringan yang diangkat di Chinatown belum lah saya mengerti sepenuhnya. 

Walau begitu, saya bisa melihat usaha dari Polanski dan Towne untuk menyajikan kasus tersebut sedetil dan serapi mungkin. Semua hal yang diangkat dalam Chinatown terdapat poin tertentu dan juga memiliki keterkaitan dari suatu akibat yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan hal kecil seperti keluarga Mulwray yang mempekerjakan etnis Cina sebagai pembantu rumah tangga mereka pun memiliki alasan tertentu. Intinya, perhatikan setiap kalimat yang dikeluarkan, dan tidak lupa pula detil-detil kecil yang telah disiapkan oleh Polanski. Tenang, Polanski masih berbaik hati dengan menunjukkan sesuatu yang bisa menjadi bukti ataupun kunci plot nya dengan cukup gamblang. Setelah memiliki dasar cerita yang mungkin tidak terlalu dipahami oleh sebagian besar penonton, Chinatown juga bergerak dengan perlahan, namun Polanski tentu tidak ingin penontonnya jatuh kebosanan karena kembali lagi, setiap apa yang terjadi memiliki poin tersendiri. Justru menurut saya itu adalah keputusan tepat, karena Polanski seolah memberikan waktu sejenak untuk mencerna dan mengingat clue-clue apa saja yang sebenarnya Polanski perlihatkan di tiap-tiap menitnya. 

Fokus cerita Chinatown jelas adalah J.J Gittes. Plot bergerak berdasarkan apa yang diketahui oleh Gittes, maka ketika Gittes mendapatkan satu bukti, film juga bergerak ke tempat Gittes hampiri untuk memperkuat buktinya ataupun juga untuk mendapatkan bukti yang baru. Jelas ini adalah suatu hal yang menyenangkan mengenai hiburan yang berbau detektif. Penonton diajak untuk bertanya-tanya ataupun menebak jawaban sesungguhnya dari kasus yang tengah ditangani oleh Gittes. Dan ketika Chinatown bergerak menuju akhir, saya yakin kita semua tidak memiliki jawaban gila yang telah dipersiapkan Polanski dan Towne. Mengingat Chinatown rilis tahun 70an awal, saya membayangkan bagaimana reaksi penonton pada saat itu. Mungkin bila ditilik di zaman sekarang, twist tersebut tidak terlalu mengguncang jiwa, namun ini di tahun 70-an, dimana mungkin saja adegan sex scene dalam film saja mungkin masih dianggap tabu, apalagi hal "itu". Saya sendiri pun terguncang dengan jawaban tersebut, meski sebenarnya saya telah menemukan "itu" di banyak film, tetapi tetap saja, jawaban tersebut berhasil membuat saya terhenyak. Polanski dan Towne pintar dalam menyembunyikan twist nya. Clue juga sesungguhnya telah diberikan Polanski lewat gestur tubuh dari Evelyn Mulwray.

Mengenai Evelyn Mulwray, Faye Dunaway memerankannya dengan luar biasa. Dunaway tidak hanya memainkan gesturnya, namun juga dari ekspresi yang memberikan kesan misterius, tanpa harus menanggalkan keanggunan khas ala wanita berkelas. Kita mengetahui bila sosok Evelyn memiliki jawaban kunci dalam dirinya, dan semua bukti juga seolah mengarahkan Evelyn adalah antagonis dalam film ini. Tetapi berkat penampilan Dunaway, penonton mudah mencintai dan mendukung Evelyn. Rasa perduli pun tidak sulit untuk kita sumbangkan pada karakter ini. Dunaway tidak sendirian, karena Jack Nicholson sebagai garda terdepan juga memberikan penampilan yang tidak kalah hebatnya. Sebagai Gittes, Nicholson menunjukkan bagaimana karakter protagonis seharusnya dimainkan.

Pada masa sekarang, sulit sebenarnya menemukan protagonis yang mudah didukung oleh penonton. Namun itu tidak untuk karakter Gittes. Terdapat kompleksitas tersendiri yang ada di dalam diri Gittes. Judul Chinatown sendiri merujuk pada masa lalu Gittes semasa ia masih bertugas sebagai polisi yang ditugaskan di daerah Chinatown. Hal ini pula yang mendasari akan bermaknanya kalimat "Forget it, Jake. It's Chinatown" di akhir film. Gittes masih memiliki kenaifan dalam nilai keadilan, kenaifan yang mendorong dirinya melakukan keputusan untuk meninggalkan kepolisisan. Kala ia mengungkapkan tujuannya untuk menangkap semua orang yang menjadi dalang dari kasus besar yang ia hadapi pun ditanggapi tawa oleh dua asistennya, namun Gittes tidak goyah dan ia memang serius ingin menangkap dalang nya. Sentuhan Polanski pada karakter Gittes juga tidak bisa diabaikan, seperti Gittes yang selalu memperlihatkan gentleman nya kepada setiap wanita yang ia temui, kecerdasannya sebagai private eye tidak pernah dilupakan oleh Polanski. Dari luar Gittes tampak laki-laki yang kuat, namun tetap saja memiliki kelemahan di dalam hati nya. Kala ia merasa terkhianati kepercayaannya, Gittes tidak malu menunjukkan kekecewaannya. Tidak berlebihan rasanya bila J.J Gittes adalah salah satu karakter protagonis terbaik yang pernah hadir dalam sejarah dunia perfilman. Nicholson, sekali lagi, sempurna sebagai Gittes seolah memang karakter J.J Gittes tercipta untuk dirinya. 

Dari judulnya, Polanski seperti ingin menggambarkan ketidak adilan hidup dalam film Chinatown. Pemegang kekuasaan bisa berbuat seenaknya dan tak tersentuh walau melakukan tindakan kriminal, Poin yang ikut membantu mengapa Chinatown layak menyandang status film klasik dan tetap bisa dinikmati walau kini telah berusia 43 tahun. Disokong cerita yang begitu rapi, kental dengan aroma noir serta misterinya yang cocok bagi kalian menyukai hiburan berbau detektif, ending memorable dan tidak ketinggalan performa meyakinkan dari Nicholson-Dunaway, semuanya bergabung menjadi satu dalam mementuk film klasik berjudul Chinatown.

9/10

Categories: , , , ,

0 komentar:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!