Friday, 28 April 2017



Story

Menceritakan perjalanan ksatria berpedang muda bernama Guts yang selalu menghadiri perang-perang sebagai tentara bayaran, hingga dirinya bertemu dengan pemimpin Band of the Hawk, Griffith, yang tertarik untuk mengajak Guts bergabung di kelompoknya setelah terkesan dengan kemampuan berpedang Guts. Band of the Hawk sendiri merupakan kelompok para tentara bayaran yang memiliki reputasi tidak pernah terkalahkan dan cukup terkenal di daerah Midland.





Review

Saya sengaja untuk menulis begitu singkat di bagian sinopsis diatas supaya saya tidak melakukan blunder menyentuh ke ranah spoiler, karena harus saya akui, sangat sulit untuk menceritakan Berserk tanpa menyentuh spoiler sedikitpun, dan percayalah, semakin kalian buta mengenai Berserk, semakin besar juga potensi kalian merasakan kepuasan luar biasa saat mengikuti kisahnya. Bila kalian tidak tahu Berserk, jangan khawatir, saya tidak akan mengejek kalian ketinggalan jaman, tidak keren atau sebagainya, karena memang usia Berserk yang merupakan hasil karya dari Kentaro Miura ini cukup tua. Manganya dirilis pada tahun 1988 dan masih berlanjut hingga sekarang(!). Dan adaptasi animenya sendiri pun pertama kali ditayangkan 9 tahun kemudian. Walau gambar animasi nya sendiri memang tidak memuaskan dan banyak kekurangan, tetapi siapa yang menyangka kualitas rendah animasinya malah meningkatkan atmosfir horor dunia Berserk sehingga anime nya layak menyandang status klasik. Maka jangan heran bila banyak penggemar Berserk menyarankan untuk tetap menyaksikan anime originalnya ketimbang trilogi film animenya yang sebenarnya memiliki kualitas animasi dan 3D yang memuaskan dan anime Berserk yang baru saja dirilis tahun kemarin serta meneruskan perjalanannya juga pada tahun ini. Saya yang telah menyaksikan semua versi anime Berserk mungkin sependapat dengan pendapat para penggemar tersebut. Tidak usah ditanya lagi betapa mengecewakannya versi anime tahun 2016 nya yang level keburukannya jatuh ke level memprihatinkan sehingga bukan langkah yang bijak untuk kalian yang ingin berkenalan dengan Berserk lewat versi ini. Film trilogy nya sendiri memang memiliki kualitas anime di atas rata-rata, tetapi tentu tiga film yang berdurasi kurang lebih 2 jam di masing-masing filmnya tidak mampu memindahkan semua adegan-adegan penting di manga nya ke dalam film sehingga harus ada adegan penting yang tidak ditayangkan. Bila ingin berkenalan dengan Berserk versi anime, tontonlah versi originalnya. Serius, kalian tidak akan memusingkan gambarnya yang jadul saat kalian telah tenggelam dengan cerita Berserk yang memukau.

Berserk merupakan pilihan yang sangat tepat bagi kalian yang mungkin sedikit jengah dengan segala macam animanga berjenis Shounen. Saya sendiri saat berkenalan dengan Berserk di tengah masa dimana anime Naruto: Shippuden masih di episode filler, bosan dengan petualangan One Piece dan kehilangan ketertarikan dengan Detective Conan sehingga saya kehabisan amunisi untuk menikmati animanga. Memang, animanga seperti Shingeki No Kyojin atau Hunter X Hunter mampu menutupi kekosongan waktu (terutama SnK), tetapi saya butuh lebih dari itu dan ingin menyicipi animanga yang lebih dari itu. Hingga akhirnya saya iseng-iseng mengetik keyword "the most hateful characters in anime" di Google dan setelah beberapa kali blogwalking, nama Griffith secara konsisten masuk di dalam list beberapa orang. Karena merasa asing dengan nama karakter yang satu ini, tidak membutuhkan waktu yang lama saya mencari profil tentang karakter ini, dan entah harus saya anggap ini langkah yang tepat atau salah, karena sesaat saya membaca di berbagai artikel mengenai dirinya, saya termakan spoiler kelas dewa yang membuat saya membatin di dalam hati "I NEED TO READ BERSERK!!", dan dari situlah perjalanan panjang saya bersama Berserk dimulai.

Segala yang saya inginkan semuanya ada di Berserk. Mulai dari karakter-karakter protagonist yang berbeda dari biasanya, jalan cerita yang tidak serta merta membicarakan impian pemeran utama, karakter yang dipenuhi dengan anti-hero, pokoknya apa yang terdapat di Berserk berhasil menghilangkan dahaga saya dan membatin "INI YANG GW CARI". Kehidupan yang ada di dalam dunia Berserk membuat dunia Shingeki No Kyojin tidak apa-apanya. Tidak hanya diisi dengan iblis-iblis menyeramkan haus darah, dunia Berserk diperparah pula dengan tokoh-tokoh di dalamnya yang seolah tanpa moral dan benar-benar menganut sistem hukum "Yang kuat dia lah yang bertahan." Apa yang Miura ingin sampaikan dengan brutalnya kehidupan di animanga Berserk sederhana, yaitu menunjukkan bila manusia sebenarnya hanya makhluk yang didorong oleh keinginan yang lahir dari nafsu itu sendiri. Contoh yang paling gampang ya liat saja Griffith. Hampir 100% penggemar Berserk membenci dengan keputusan Griffith di penutup Golden Age Arc, tetapi saya yakin, ketika ditanya apakah kalian bisa mengambil keputusan yang berlawanan dengan Griffith, hampir semuanya pasti akan bungkam karena mau tidak mau kita harus mengakui bila keputusan yang diambil Griffith itu sangatlah beralasan, dilihat dari karakterisasinya maupun apa yang telah ia alami sebelumnya. Perihal yang satu ini lah yang menjadi satu dari sekian banyak alasan mengapa Golden Age Arc merupakan arc terbaik yang pernah saya baca di dunia animanga. Tidak ketinggalan juga kadar gore, hujan darah, kepala terpenggal, badan terbelah, bukanlah pemandangan asing yang akan kalian temukan di seri Berserk yang otomatis menjadikan Berserk bukanlah santapan yang tepat bagi mereka yang belum terbiasa dengan hal-hal tersebut.

Untuk menghadapi dunia yang kejam seperti itu, diperlukan lah karakter utama yang mampu membuat penikmat-penikmat animanga seperti saya percaya bisa bertahan di dalam kondisi berantakan tersebut, dan karakter tersebut tidak lain tidak bukan adalah Guts, dimana saat saya telah menyelesaikan Golden Age Arc, saya menasbihkan Guts adalah karakter badass terbaik di sejagat dunia komik, hell, he's the role model that I've been searching for long time. Characters writing merupakan aspek terbesar mengapa Berserk layak dinobatkan sebagai manga terbaik saat ini. Baik karakter utama maupun pendukungnya mendapatkan porsi characters development tiap arc. Ambil contoh seperti tiga karakter utama di Golden Age Arc yaitu Guts, Griffith dan Casca yang mengalami perubahan signifikan kala Golden Age Arc menutup tirainya. Griffith mengalami penderitaan yang mungkin tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, Casca yang membuka hatinya kepada Guts yang sebelumnya merupakan pria yang paling ia benci dan Guts mulai kembali percaya akan adanya rekan seperjuangan yang bisa ia percaya dan ia anggap teman. Semuanya mengalir apa adanya tanpa ada sedikitpun terkesan terburu-buru maupun dipaksakan. Miura tidak berhenti disitu, karena setelah Golden Age Arc pun karakter-karakter yang terlibat di masing-masing arc tetap mendapatkan pengembangan, seperti Farnese dan Serpico yang mampu menutupi kekosongan yang ditinggalkan oleh Casca sebelumnya (if you know what I mean). Namun memang akan selalu ada perlakuan spesial dari sang author untuk karakter utamanya dan itulah yang Miura lakukan di Berserk dengan menjadikan Guts, sang tokoh utama, sebagai tragic hero.

Bukan tanpa alasan mengapa saya menjadikan Guts sebagai role model di dalam kehidupan saya. Apabila kalian telah membaca Berserk paling tidak menghabiskan Golden Age Arc saja, pasti menyadari betapa berat kehidupan yang Guts telah jalani. Sedikit backstory mengenai Guts, ia lahir dari wanita yang telah menjadi mayat, diadopsi oleh tentara bayaran yang tidak mengajari apapun selain berperang atau mengayunkan pedang. Masa kecil Guts diisi dengan kerasnya dunia perang, dan kala dirinya menemukan figur seorang ayah di diri Gambino, tentara yang mengadopsinya, Guts malah dikhianati dengan cara yang keji, yang membuat Guts memiliki masalah dalam mempercayai akan adanya teman. Dan ketika ia menemukan tempatnya di Band of the Hawk, Guts kembali menerima kenyataan pahit (well, just watch/read closing of Golden Age Arc). Guts merupakan contoh sempurna dalam mendefinisikan tragic hero itu sendiri. Yang membuat karakter Guts mengagumkan adalah, tidak perduli dengan kesakitan, kepahitan, kehilangan, pengkhianatan yang telah ia alami, Guts menolak untuk menyerah, dan tetap melangkah kedepan, sehingga saya sangat berharap Miura akan mengakhiri kisah Berserk dengan Guts mendapatkan akhir yang layak ia dapatkan.

Mungkin ada alasan tertentu mengapa versi anime nya, terutama versi yang terbaru, tidak mampu menggambarkan atmosfir sesungguhnya Berserk, ya karena material yang harus diangkat ke versi anime memiliki kualitas art dewa semacam ini




Just, holy shit. Perhatikan bagaimana Kentaro Miura begitu memperhatikan detil sekecil apapun, dan tidak hanya keunggulan dalam goresan artistiknya, Miura pun dengan sukses membangun suasana horor di dunia Berserk. Melihat gambar dewa Miura ini saya bisa memahami mengapa Miura sering mengambil hiatus dalam penerbitan manganya. Hal ini mungkin keputusan yang menghasilkan kekecewaan dari sebagian fans yang tidak sabar lagi ingin melihat Guts mendapatkan apa yang ia berhak dapatkan, tetapi saya pribadi tidak keberatan, asal kualitas Berserk tetap stabil dan tidak mengalami penurunan kualitas baik dari penceritaan maupun art nya. Justru yang menjadi minor complaint dari saya adalah seringnya Miura menempatkan berbagai monster-monster atau pun juga karakter yang memiliki kekuatan supernatural yang bagi saya berlebihan. Juga karakter-karakter pendukung yang seringkali mengambil spotlight Guts sebagai protagonist utama, dimana tidak jarang Guts hanya dijadikan karakter yang melawan musuh-musuh hebat tanpa adanya motif yang kuat dibelakangnya. Padahal pertarungan-pertarungan yang terjadi di Golden Age Arc atau di Conviction Arc merupakan pertarungan yang personal bagi Guts sehingga para penggemar merasakan antusias memperhatikan jalannya pertarungan itu.

Yah, walau bagaimanapun, Berserk adalah karya yang pantas sekali dinobatkan sebagai karya klasik yang sampai kapanpun akan tetap menarik untuk diikuti. Bagi kalian yang ingin mencoba Berserk, mungkin lebih baik dimulai dulu dari versi anime nya pada tahun 1997. Jangan terlalu dipikirkan mengenai grafis anime nya yang terlihat kaku atau pun tua, perhatikan jalan ceritanya maupun karakternya yang mampu membuat kita merasa terikat.

Berserk versi Manga = 9,5/10

Berserk versi Anime 1997 = 8,5/10

Berserk versi Movie Trilogy = 8,25/10

Berserk versi Anime 2016 = 6,5/10


Categories: , , ,

0 komentar:

Post a Comment

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!