Showing posts with label Manga. Show all posts
Showing posts with label Manga. Show all posts

Saturday, 11 January 2020



"You shouldn't be wasting your years on this God forsaken place. Far, far away from here, beyond the world of Thors, as the son of Thors, you must go there. That is your true battle."

Plot

Periode awal 1013 AD, periode dimana Raja Danish, Sweyn Forkbeard menguasai sebagian besar daratan England. Namun, dikarenakan usia sang raja sudah memasuki uzur, Raja Sweyn mulai mempertimbangkan penerus yang baginya layak untuk menyandang mahkota seorang raja. Raja Sweyn memiliki dua anak, yaitu Harold dan Canute. Bila Harold memiliki kapabilitas yang baik sebagai pangeran, tidak untuk Canute, yang tidak pernah berbicara di depan publik dan hampir selalu menutup muka nya dikarenakan malu. Sebab itulah, Raja Sweyn memerintahkan Canute untuk terjun langsung di medan perang, dengan pengawasan dari Ragnar, orang kepercayaan Raja Sweyn. 

Di sisi lain, di daratan Iceland yang damai, terdapat mantan komandan Jomsvikings bernama Thors yang tengah hidup damai dengan keluarganya. Pada masa nya sebagai komandan, Thors terkenal dengan kemampuan bertarung serta berpedang nya yang di atas rata-rata sehingga dirinya sangat ditakuti dalam dunia perang. Ia pun dijuluki sebagai "The Troll of Jom". Namun, Thors mulai lelah dengan perperangan, dan ketika ia akhirnya menjadi suami Helga, Thors melakukan suatu tindakan paling hina sebagai ksatria, yaitu kabur pada saat perang tengah berlangsung dengan cara memalsukan kematian ketika ia jatuh ke dalam laut. Selama 15 tahun setelah ia kabur, Thors dan Helga membangun sebuah keluarga yang damai di Iceland dan telah memiliki dua anak, yaitu Ylva dan Thorfinn.



Keberadaan Thors pun akhirnya diketahui oleh Floki, mantan rekan Thors di dunia perang. Floki pun memaksa Thors untuk ikut bergabung dengan Jomsvikings kembali, yang kini bergabung dengan pihak Danish, dan membantu mereka dalam perperangan melawan England. Floki pun mengancam jika Thors menolak ajakan dari nya, maka Floki dan pasukan perang nya akan menyerang desa yang menjadi tempat tinggal Thors. Thors pun terpaksa menerima ajakan Floki demi keselamatan desa nya. Namun, Floki sendiri pun memiliki rencana terselubung, dimana ia menjalin kesepakatan dengan Askeladd, ketua dari para tentara bayaran untuk membunuh Thors dalam perjalannnya.






Review

Sedikit berbagi, mood saya untuk menulis belakangan ini menurun secara drastis, yang secara tidak langsung pun ikut berimbas pada semangat saya untuk menonton atau pun membaca. Praktis, setelah Anomalisa, tontonan yang saya ikuti hanya lah anime ini. Niat untuk menulis ulasan Vinland Saga pun ikutan molor, dimana anime nya sendiri sudah menutup tirai ceritanya pada tgl 30 Desember 2019 kemarin. Bahkan terlintas dalam benak untuk sama sekali tidak menulis review untuk anime ini di dalam blog. Ya, serendah itu niat menulis saya. Namun, saya kembali berpikir, alangkah rugi nya saya jika sama sekali tidak berbagi kepada kalian mengenai Vinland Saga, yang bagi sebagian besar penikmat anime, merupakan salah satu, jika bukan, anime terbaik yang dirilis tahun baru.

Sebagai rumah studio yang bertanggung jawab dalam menangani animasi Vinland Saga, beban berat disandang oleh Wit Studio. Mengadaptasi manga critical acclaim layaknya Vinland Saga jelas bukanlah pekerjaan yang gampang. Ekspektasi tinggi tertancap dalam penggemar yang mengikuti kisahnya di manga. Tidak hanya itu, turut pula diselingi dengan keraguan apakah Wit Studio mampu melakukan pekerjaan baik, mengingat karya dari Makoto Yukimura ini sering disebut sebagai salah satu manga yang unadaptable. Apalagi masih terpatri jelas bagaimana kecewa yang sangat mendalam atas adaptasi anime terbaru Berserk. Hal yang wajar muncul skeptisme besar atas dirilisnya anime ini. Dan bagaimana hasil akhir nya? Well, you just read the closing statement from the first paraghraph.

Bila pada manga nya Makoto Yukimura sedikit menggunakan gaya cerita non linear dimana kita telah melihat Thorfinn dalam bentuk remaja dan telah bergabung dengan Askeladd, pada anime nya, justru kita mengikuti kisah nya benar-benar dari awal, tepatnya momen sebelum Thors berangkat ke medan perang setelah dipaksa oleh Floki. Bagi saya, ini pilihan yang cukup berani dari Wit Studio. Walaupun di chapter awal pembaca tidak terlalu mengerti akan inti atau konteks cerita, namun tak terpungkiri, Yukimura-sensei telah merenggut atensi pembaca dengan situasi perang yang ada. Sebaliknya, Vinland Saga versi anime dibuka dengan atmosfir yang tenang, juga hingga akhir episode pertama berakhir, tidak ada hal yang terlalu signifikan terjadi, selain kita mempelajari karakter sentral untuk episode-episode awal ini, siapa lagi kalau bukan Thors. Ya, setidaknya untuk 4 episode awal. Terdapat sebuah momen besar yang bisa saya katakan sangat berani yang dilakukan oleh Yukimura-sensei demi melahirkan motivasi utama bagi salah satu karakter protagonist utama. Bila Anda telah mengikuti manga ataupun anime nya, Anda pasti tahu momen apa yang saya maksud.

Bahkan lebih dari itu, momen tersebut ikut pula melahirkan sebuah pertanyaan yang secara tidak langsung ikut mempengaruhi beberapa karakter utama yang mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Iya, kurang lebih, inti cerita dari Vinland Saga adalah pencarian jati diri dan juga tujuan hidup dari masing-masing karakter, dengan kumpulan perperangan antara Danish dan England, serta intrik politik yang ikut menyertai menjadi jembatan atas narasi tersebut.

Satu hal yang membuat saya lebih mudah menyukai manga/anime bergenre seinen ketimbang shounen adalah setiap author memiliki kebebasan dalam menyajikan narasi yang lebih berani dan provokatif. Mereka lebih leluasa untuk menyentuh ke ranah yang bisa dibilang masih tabu demi narasi, ambil contoh the infamous rape scene from Berserk, dan dalam Vinland Saga, bagaimana seorang anti hero utama dengan mudah nya membantai habis satu desa supaya keberadaan mereka tidak diketahui oleh musuh. Bukan berarti dalam animanga Shounen tidak ada sama sekali yang berani melakukan hal yang sama (ex. Hunter X Hunter dan Fullmetal Alchemist), namun Anda bisa menemukan dengan mudah di animanga berjenis seinen.

Dalam Vinland Saga, satu-satu nya elemen shounen yang disuntikkan dalam cerita adalah Thorfinn itu sendiri yang masih berusia remaja. Namun karakterisasi nya jauh bertolak belakang, dimana sebagai protagonist utama, karakterisasinya lebih mendekati sebagai sosok anti hero ketimbang hero. Motivasi nya sendiri hanya satu, yaitu balas dendam. Dan untuk mencapai tujuan nya, telah banyak darah yang tumpah atas perbuatannya di medan perang, salah satu elemen yang dihindari dalam kisah animanga Shounen. Bagaimana sosok Thorfinn kecil yang ceria layaknya anak kecil lainnya, bertransformasi menjadi sosok remaja yang dengan mudahnya membunuh serta diliputi kebencian. Secara bijak, Wit Studio menyediakan proses transformasi Thorfinn dengan memperlihatkan perjuangannya untuk beradaptasi dengan kehidupannya yang baru. Hal ini membuat transformasi Thorfinn tersaji secara terperinci ketimbang apa yang ada di dalam manga.

Thorfinn sendiri nantinya akan bergabung dengan grup Askeladd. Tanya mengapa? Well, tentu saja untuk membalaskan dendam atas perbuatan Askeladd. Untuk membalaskan dendam nya, Throfinn ingin membunuh Askeladd dalam duel layaknya ksatria, ketimbang menggorok leher nya diam-diam kala Askeladd tengah beristirahat. Narasi ini memberikan kompleksitas sendiri akan hubungan antara Askeladd dan Thorfinn. Di satu sisi, Askeladd tampak hanya memanfaatkan kemampuan Thorfinn demi agenda nya tersendiri. Namun tidak jarang, Askeladd menaruh hormat kepada Thorfinn dan memperlakukan Thorfinn layaknya murid.

Karakterisasi menjadi kekuatan utama dari Vinland Saga. Setiap karakter memiliki layers, tidak one dimensional dan masing-masing memiliki motivasi yang berbeda, dan ini tidak hanya berlaku untuk karakter-karakter utama saja. Bahkan karakter minor seperti Atli, salah satu anggota grup Askeladd, pun bagaikan memiliki character arc nya sendiri ketimbang hanya menjadi salah satu bawahan dari Askeladd. Dan berbicara Askeladd, tak terpungkiri, ia berhasil menjadi karakter terbaik di dalam penceritaan Vinland Saga.

Patut diingat, Askeladd adalah the main antagonist dalam kisah Vinland Saga. Sebagai pemimpin grup Viking, ia tidak ragu menghalalkan segala cara demi menjalankan agenda nya. Dia taktikal, dan lebih menggunakan otak nya ketimbang terjun langsung untuk beradu pedang. Dan kemampuan pedang atau bertarung nya pun tidak bisa diremehkan, terlihat bagaimana ia mampu merepotkan Thors, yang notabene nya adalah karakter terkuat dalam dunia Vinland Saga. Tidak cukup dari itu, ia merupakan karakter yang kharismatik dan badass, baik sebagai pemimpin atau pun karakter, sehingga cukup susah untuk membencinya. Apalagi ketika di akhir-akhir episode, Askeladd menjadi salah satu fokus penceritaan dan kita pun akhirnya mengetahui backstory Askeladd serta motivasi utama nya. Character arc pada Askeladd pun memiliki ironi tersendiri, dimana rencananya selalu lancar ketika ia melakukan apa yang sebenarnya tidak ia inginkan, namun keberuntungan tersebut mulai menjauh kala Askeladd bertindak sepenuhnya berdasarkan keinginannya.


Penceritaan Vinland Saga makin kaya ketika Yukimura-sensei tidak melupakan "hati" pada narasinya, di tengah perperangan serta gorefest yang terjadi. Bagaimana Yukimura-sensei menyajikan kesedihan seorang ibu yang kasih sayangnya dikhianati kala melihat seorang anak menampilkan sisi pembunuh nya. Dan untuk Askeladd sendiri, siapa sangka bila karakter yang awal nya digambarkan seolah tanpa hati dan hanya bergerak berdasarkan keuntungannya sendiri, adalah sosok penyayang ibu dan tanah air nya, sehingga rela melakukan tindakan nekad yang terjadi di episode akhir. Aspek ini yang membuat Vinland Saga bukanlah tipe anime/manga yang mudah terlupakan. Ditambah pula balutan kental akan histori Viking nya yang diselipkan oleh sang author. Bahkan karakter-karakter utama dalam Vinland Saga sendiri diambil dari tokoh-tokoh sejarah di masa Viking.

Saya sangat mensyukuri atas keberhasilan Wit Studio dalam mengadaptasi Vinland Saga. Dengan ini, popularitas Vinland Saga semakin meningkat. Dan siapa tahu, dengan populer nya anime ini, semakin banyak manga Seinen yang diangkat ke dalam media anime, supaya mampu mengimbangi kedigdayaan animanga Shounen. Wit Studio mampu menciptakan atmosfir yang tepat di setiap momen-momen penting nya. Untuk adegan fight nya sendiri, Wit Studio berhasil memanfaatkan media animasi nya untuk menciptakan sebuah fight yang memberikan impresi mendalam, terlepas akan durasi singkat atas pertarungan tersebut. Setelah beberapa anime seinen yang cukup mengecewakan fans, pekerjaan brilian Wit Studio ini tentu saja layak sekali untuk diapresiasi. Semoga saja di season 2 nya nanti, Wit Studio masih menangani anime Vinland Saga.

Tidak ada cerita yang sempurna, begitu pula Vinland Saga. Dan dari sini, saya akan sedikit menyentuh spoiler, jadi lewatkan paragraf berikut ini jika Anda belum mengikuti sama sekali kisah nya.

Spoiler Ahead!

Kritik terbesar saya adalah transformasi tiba-tiba pada karakter Prince Canute. Sosoknya yang pemalu, terlihat pengecut, lemah dan sama sekali tidak memiliki kewibawaan sebagai pemimpin atau bahkan raja, berhasil menjadi sosok yang 180 derajat berbeda, dengan karakternya yang mendadak menjadi pangeran yang tegas, berwibawa serta taktikal? Saya tahu, banyak anime/manga yang mengambil pendekatan serupa, namun bagi saya, sangat susah untuk mempercayai transformasi yang muncul dalam hitungan beberapa menit. 

Spoiler Ends

Iya, hanya itu. Setidaknya hingga arc pertama habis yang dirangkum dalam 24 episode dan 54 chapter nya. Dengan setting nya yang diambil pada saat invasi Danish di tanah England, mungkin terbayang di benak bila Vinland Saga akan didominasi dengan kisah-kisah perperangannya, namun Vinland Saga tidak lain tidak bukan adalah kisah dimana tokoh-tokoh nya mencoba mencari tujuan hidup mereka di tengah perperangan yang terjadi. Dan percayalah, ketika Anda telah selesai menonton episode 24, Anda akan teriak dalam diri Anda, "I NEED TO READ A FUCKING MANGA!!". Yes, that's how great Vinland Saga is.

8,75/10

Thursday, 11 January 2018

Plot

Kaiji merupakan seorang pengangguran. Tentu ini bukanlah hal yang ia harapkan ketika dirinya memutuskan untuk pindah ke Tokyo setelah lulus dari sekolah. Ia sempat bekerja, namun tidak ada yang bertahan lama. Kondisi yang dipenuhi akan ketidak pastian dan tidak memiliki uang ini pastinya membuat Kaiji merasakan depresi. Hiburannya adalah merusak mobil-mobil mahal dan bermain judi bersama teman-temannya. Namun, suatu hari, Kaiji didatangi tamu yang tak terduga bernama Endo. Endo mengungkapkan bila mantan teman satu kerjanya, Furuhata, memiliki hutang terhadap perusahaan misterius yang mempekerjakan Endo. Hutang tersebut memiliki bunga yang sangat besar sehingga totalnya adalah hampir menyentuh 4 Juta Yen. Masalahnya, Furuhata telah mencantumkan nama Kaiji sebagai jaminan nya jika suatu hari ia menghilang. Tentu saja jumlah ini sangat besar untuk seorang Kaiji yang saat itu tidak memiliki pemasukan dari apapun. Maka dari itu, Endo pun memberikan tawaran kepada Kaiji untuk mengikuti acara judi yang dilaksanakan di atas kapal bernama Espoir. Dari sinilah petualangan Kaiji di dunia judi akan dimulai.





Review

Saya memiliki fetish tersendiri terhadap cerita yang bertemakan survivor atau bertahan hidup. Mungkin faktor utamanya adalah karena kehidupan saya sendiri pun tidak terlalu begitu lancar, banyak kepelikan dibanding kebahagiaan, tertimpa banyak masalah dibandingkan jalan keluar, intinya hidup saya jauh dari kata bahagia. Namun di tengah semua hal itu, saya mencoba bertahan, bersabar dan terus menerus berusaha untuk mengubah nasib saya. Untuk itulah, cerita bertemakan survivor mudah untuk mendapatkan tempat di hati saya. Karena itu juga, Guts, karakter utama dari Berserk, adalah karakter paling terfavorit, terkeren di dunia animanga dan bahkan Guts saya nobatkan menjadi role model dalam hidup saya untuk terus maju dan tidak pantang menyerah. Saya kira, tidak ada lagi karakter yang bisa membuat saya berteriak untuk mendukung suatu karakter dalam cerita fiksi selain Guts atau karakter protagonist favorit saya lainnya, sebelum saya menyaksikan karakter utama dari hasil karya Nobuyuki Fukumoto ini, yaitu Kaiji.

Beda dengan Guts ataupun Naruto, kita tidak diperlihatkan kisah masa lalu Kaiji (mungkin ada di dalam manga, tetapi saya belum menyentuhnya). Keluarganya tidak diperlihatkan, hanya diceritakan sedikit saja mengenai ibu serta saudara Kaiji. Dalam anime, Kaiji langsung diperkenalkan kepada penonton ketika ia telah menjadi pengangguran, tanpa aktivitas juga uang dan tinggal di apartemen yang kecil. Dan yang juga membuat Kaiji lebih mudah menjalin ikatan kepada penonton adalah ia tidak hidup di dalam dunia fantasi, melainkan di dunia yang sebenarnya, dunia yang juga sama seperti kita. Tentu ini sangat membantu dalam hal membuat karakter ini menjadi realistis dan menarik. Penonton bisa memahami kehidupan yang dialami Kaiji, karena ya siapapun pasti pernah mengalami masa nganggur yang lama dan tidak tahu arah tujuan hidupnya kemana.

Jarang saya temukan ada suatu pertunjukan ataupun hiburan fiksi yang benar-benar bergantung pada satu karakter, dan sajian fiksi tersebut adalah animanga ini. Karakter Kaiji begitu kuat, compelling, dan yang paling utama, terasa sekali manusiawi. Ia bukanlah karakter the chosen one, tidak memiliki bakat spesial, dan tidak berada didalam keluarga unggulan. Sederhananya, ia hanyalah individu yang mencoba memperbaiki hidup, mencoba bertahan di dalam kondisi yang tak tentu arah dan berusaha sebaik mungkin untuk mengubah kehidupannya. Kaiji terasa spesial bagi saya. Saya pernah mengalami apa yang dialami Kaiji. Bahkan kondisi saat tidak memiliki uang sesenpun di dalam kantong hingga memaksa seseorang menangis tanpa sadar pun juga saya alami. Hal ini lah yang membuat saya ingin sekali melihat Kaiji berhasil dalam usaha apapun yang tengah ia lakukan. Dan juga ini lah yang menurut saya salah satu aspek terkuat di dalam cerita Kaiji.

Mengenai cerita dimana selain bertahan hidup, cerita Kaiji juga bermain pada ranah perjudian. Ya, judi memang adalah salah satu cara ilegal yang sering menjadi jalan keluar yang pintas untuk seseorang dalam usahanya keluar dari kesulitan. Terlihat juga sang kreator, Fukumoto, memiliki ketertarikan lebih akan dunia judi karena selain karyanya yang satu ini, manga-manga hasil ciptaannya juga bermain-main di dunia judi. Selain itu, Fukumoto pun menyajikan permainan judi nya disini dengan begitu teliti dan berusaha untuk tidak membingungkan penikmat animanganya yang satu ini. Permainan judi yang ada di Kaiji bagi saya tidak ada yang sulit, bahkan malah cenderung ke arah yang sangat sederhana. Seperti permainan Jan Ken Po, bahkan hanya menarik undian saja pun menjadi permainan judi terakhir di anime ini. Tetapi, segala permainan judi yang sederhana itu menjadi terasa menegangkan akibat dari segala konsekuensi yang membelakangi permainan tersebut. Konsekuensi apabila mengalami kekalahan tidak lah main-main, dari hutan yang akan semakin bertambah berkali-kali lipat, di tangkap untuk dijadikan budak beberapa tahun, hingga bagian tubuh dan nyawa yang harus dikorbankan. Segala konsekuensi inilah yang membuat permainan yang sederhana itu menjadi terasa mendebarkan dan tidak mudah untuk diikuti.

Yang menambah kadar ketegangan adalah kemampuan dari sang tokoh utama, Kaiji, tidak didukung akan kemampuan judi yang bisa dikatakan sangat hebat. Kaiji bisa kalah, bahkan sesekali ia melakukan keputusan yang bisa dibilang ceroboh. Tidak sering bukan kita mendapatkan karakter yang begitu realistis seperti ini? Kaiji bukanlah seperti Yugi, yang bisa terjamin kemenangannya walaupun terdesak akan situasi apapun. Hal ini pula lah yang menjadikan pertunjukan ini berhasil memaksa saya untuk tidak cukup hanya menonton satu episode saja. Kita sangat ingin sekali Kaiji merasakan kemenangan dan akhirnya mampu terlepas dari lilitan segala kesusahan yang tengah dirasakannya. Seolah-olah kita berada di samping Kaiji dan langsung mendukungnya. Yah, paling tidak sampai arc terakhir yang menurut saya adalah kelemahan dalam anime ini.

2 arc terakhir memang cukup dicederai dengan pacing yang cukup lambat dan menurut saya, cukup mengganggu. Kaiji: Ultimate Survivor menyajikan setidaknya ada 4 arc. Dalam 2 arc pertama bisa saya bilang semuanya berjalan memuaskan dan bahkan fantastis. Terutama arc pertama yang ditutup dengan pertunjukan cara bertahan hidup yang memukau dari Kaiji. Tapi hal itu tidak tampak di 2 arc terakhir. Apalagi 2 episode terakhir. SPOILER: Pertempuran antara Kaiji dan Tonegawa berjalan sangat menghibur walau memang sedikit rusak akibat pacing yang lambat, namun hal itu tidak lah mengganggu karena Tonegawa adalah karakter yang muncul dari arc pertama dan lumayan menarik berkat pandangannya terhadap hidup. Monolognya berkenaan pada orang yang mengorbankan waktu yang banyak demi kesuksesan pada arc kedua sangat fantastis. Tentunya adu pintar antara Kaiji dan Tonegawa dalam permainan Raja, Prajurit dan Budak di arc ketiga sangat lah menarik untuk diikuti. Namun, hal itu tidak berlaku ketika Kaiji menantang orang yang mempekerjakan Tonegawa, otak dibalik semua permainan berbahaya yang diikuti Kaiji. Karakter orang yang dipanggil "Ketua" ini bagi saya cukup mengesalkan. Dan menurut saya pertempuran antara Kaiji dan dirinya tidak terlalu menarik atensi, walau bila ditilik dari penceritaan, hal itu cukup masuk akal. Ditambah lagi, lumayan banyak pembicaraan yang berulang-ulang yang disajikan begitu lambat, yang sering membuat saya ingin menghentikan petualangan saya bersama Kaiji. SPOILER END

Beruntung sekali, anime Kaiji: Ultimate Survivor diproduksi oleh rumah animasi Madhouse. Madhouse memang telah terkenal akan sajian animasi nya yang tidak hanya memukau, namun juga berhasil membangun hype dari setiap adegan, bahkan adegan sesederhana seperti karakter sedang menulis sambil makan keripik kentang (anime Death Note) , ataupun melemparkan kartu di atas meja. Yang paling memukau adalah berhasilnya Madhouse dalam memperlihatkan rasa frustrasi Kaiji dan karakter lainnya, yang tentu saja membuat penonton ikut merasakan apa yang dirasakan karakter yang terlibat. Pekerjaan brilian yang dilakukan Madhouse ini mampu menutupi segala design character yang mungkin tidak lah terlalu menarik untuk para penikmat animanga yang lain.

Walau pada akhirnya Season pertama Kaiji: Ultimate Survivor ini ditutup dengan cukup tidak memuaskan, namun tidak dipungkiri, hal itu tertutupi dengan 2 arc nya di awal yang brilian. Kaiji: Ultimate Survivor, sesuai judulnya, memperlihatkan upaya atau perjuangan seorang pemuda yang mencoba mengais segala kemungkinan untuk bisa hidup lebih baik di tengah kesulitan-kesulitan yang tengah dihadapinya. Seperti keinginan saya terhadap karakter Guts di Berserk, saya sangat ingin melihat senyuman kebahagiaan tersungging di wajah Kaiji. Saya ingin melihat hidup Kaiji akhirnya bahagia. Alasan ini telah lebih dari cukup untuk saya ingin menyaksikan petualangan Kaiji di season 2 nya.

8,25/10

Wednesday, 6 December 2017



Tidak usah berbasa-basi lagi, inilah 10 karakter pilihan saya dalam dunia Anime/Manga.


Honorable Mentions:


Okabe Rintarou (Steins; Gate)





Memiliki kepercayaan diri yang tinggi, sering memanggil orang-orang terdekatnya dengan kode nama yang aneh, serta diisi suaranya oleh Mamoru Miyano. 3 alasan itu saja sebenarnya bisa menghantarkan Okabe masuk dalam 10 besar, tetapi tidak bisa dipungkiri, peran Mamoru Miyano begitu besar untuk membuat penonton menyukai Okabe. Siapa yang bisa melupakan tawa Okabe yang bisa dibilang sangat memorable itu. Jangan lupakan juga chemistry nya yang kuat dengan karakter-karakter lain. Okabe adalah satu-satunya alasan mengapa saya bisa bertahan menghadap 8 episode Steins; Gate yang harus diakui belum terlalu menarik dan cukup membosankan.

Edward Elric (Full Metal Alchemist: Brotherhood)





Full Metal Alchemist: Brotherhood itu adalah sebuah karya masterpiece. Perjalanan cerita yang telah melekat dari episode pertama, dialog-dialog cerdas bertebaran, kualitas animasi yang baik, dan yang terutama adalah hampir semua karakter-karakter di Full Metal Alchemist: Brotherhood sama sekali tidak ada yang menyebalkan, bahkan karakter-karakter villain-nya. Tetapi walaupun dikelilingi oleh karakter-karakter yang begitu hebat dalam hal karakterisasi, susah untuk tidak terpukau dengan karakter protagonist utamanya, si chi...ermm, maksudnya, si alkemis muda berbakat, Edward Elric. Walaupun ia arogan, memiliki ego yang begitu besar mengalahkan ukuran tinggi badannya, tetapi ia adalah tipe karakter yang selalu mementingkan kepentingan orang lain. Signaturenya yang selalu darah tinggi bila dibilang "pendek" juga berhasil menjadi salah satu alasan mengapa karakter ini dicintai oleh penggemar anime ini. Edward yang berdarah tinggi dan cenderung tidak sabaran inilah yang menjadi fungsi utama keberadaan sang adik yang terus menemani petualangannya, Alphonse Elric. Keduanya merupakan protagonist yang layak mendapatkan dukungan penonton, namun Edward, bagi saya, jelas memiliki kharisma lebih baik untuk karakter utama. Belum lagi, totalitas yang diberikan oleh Romi Park dalam menghidupkan karakter ini.

Oke, kedua karakter di atas memang hebat dan sangat layak sebenarnya masuk dalam 10 besar, namun bila ditanya alasan mengapa mereka berdua "hanya" ada di honorable mentions, hanya lah satu, dua karakter tersebut sangat terbantu oleh seiyuu (voice actor) nya masing-masing, sehingga saya cukup meragukan bila saya akan tetap menyukai mereka berdua bila tampil dalam bentuk manga ataupun light novel. Itulah yang membedakan dua karakter diatas dengan 10 karakter di bawah ini.


10. Joe Yabuki (Ashita No Joe)




Petinju muda yang berasal dari anak jalanan tanpa memiliki tujuan. Kehidupan keras yang dialami Joe berpengaruh besar pada karakter Joe yang kasar, egois, dan hanya mendengarkan pemikirannya sendiri. Tidak hanya itu saja, akibat tempaan kehidupannya, Joe memiliki daya tahan tubuh serta fisik yang luar biasa, sehingga dirinya pun akhirnya terjun dalam dunia tinju. Joe memang bukanlah karakter bagaikan malaikat. Dirinya memiliki banyak kekurangan, namun hal itu memiliki landasan dasar yang kuat. Satu hal yang membuat saya jatuh cinta pada karakter ini adalah tekad serta prinsipnya yang terus dipegangnya. Selain itu, Joe bagaikan sebuah karakter yang mewakili banyak pria-pria, akibat kebrutalannya dalam menghadapi masalah. Ya, sebagai pria, kita semua tentu ingin kan sesekali melayangkan tinju ke muka orang yang bagi kita menyebalkan. Nah, Joe sama sekali tidak ragu untuk menghajar seseorang bila orang tersebut baginya memang layak untuk dihajar.  Berbagai kekurangan yang dimiliki Joe membuat sosok Joe lebih humanis, relatable, yang membuat pembaca/penonton ingin sekali melihat Joe selalu menang dalam pertandingannya. Satu hal lagi yang saya sukai dari design character dari Joe adalah mata nya yang seolah selalu merefleksikan akan rekam jejak hidup Joe, yaitu kesepian. Entah ekspresi apa saja yang dikeluarkan oleh Joe, bahkan ketika ia marah sekalipun, matanya selalu memancarkan hal yang sama. Detil kecil yang diperhatikan oleh sang kreator, Ikki Kajiwara.



9. L a.k.a Ryuzaki (Death Note)




Death Note memiliki konsep yang bisa saya katakan sangat cerdas nan absurd. Konsep cerita yang seolah mewakili dark side tiap individu. Sebagai manusia, tentu kita memiliki orang yang kita benci hingga ingin sekali kita membunuhnya. Nah, Tsugumi Ohba "mengabulkan" hal itu dalam Death Note. Dengan menulis sebuah nama dalam buku Death Note, kita bisa membunuh seseorang, sesimpel itu. Sebuah konsep yang luar biasa, dan juga diisi oleh dua karakter yang menciptakan salah satu rivalry terbaik dalam dunia fiksi, yaitu Yagami Light dan seorang detektif misterius, L. Sulit untuk harus memilih salah satu diantara dua karakter unik ini, namun pilihan saya jatuh kepada L. Bukan hanya dirinya mewakili kebaikan dalam cerita Death Note, tetapi segala ciri khas nya yang dimiliki karakter ini pula yang menguatkan keyakinan saya kalau L lebih layak saya pilih untuk masuk list saya yang gak begitu penting ini. Tsugami Ohba begitu detil dalam menghadirkan berbagai ciri khas dalam karakter L, seperti ketika ia duduk, makan, dan yang terutama kegilaannya pada makanan-makanan manis.

                                          

Tidak hanya itu, ketelitian Ohba pun ditunjukkan pada desain karakternya, dari pakaian hingga detil kecil seperti mata panda nya L, yang membantu akan karakterisasi pada L yang selalu menghadapi kasus-kasus berat dan sangat serius ketika berusaha memecahkannya hingga dirinya kekurangan waktu tidur.  Semua ciri khas itu disempurnakan pula pada daya intelejensi L dan sisi humanis yang disuntikkan Ohba pada L (lihat kekonyolannya ketika pertama kali bertemu dengan Misa).

8. Johan Liebert (Monster)




Urasawa Naoki tidak terbantahkan lagi adalah seorang mangaka jenius dan berada di beberapa level diatas mangaka lainnya. Dua karya masterpiece nya, yaitu 20th Century Boys dan Monster, bagi saya harus lah kalian baca bila kalian merupakan penggemar komik. Naoki begitu pintar dalam mengeksplorasi tiap karakter dalam karyanya, yang membuat pembaca tidak terlalu kesulitan dalam memahami karakternya. Dalam Monster, Naoki pun menciptakan karakter villain yang banyak dianggap oleh penggemar manga/anime sebagai villain terbaik dan paling berbahaya yang pernah hadir dalam dunia animanga. Yap, tokoh itu adalah Johan Liebert. Apa yang membuat Johan Liebert begitu berbahaya? Johan tidak memiliki kemampuan super, ia pun juga tidak ditopang dengan kemampuan fisik di atas rata-rata, bahkan dirinya pun sering tidak membawa senjata dalam kehidupan sehari-harinya. Namun, Johan memiliki senjata tak terlihat di tubuhnya, yaitu ia jenius dalam memahami sifat keburukan yang ada di dalam tiap manusia. Ia menyadari bila manusia pasti memiliki dark side nya masing-masing, dan Johan sangat ahli dalam memanfaatkan hal tersebut. Hal ini lah yang membuat Johan sangat berbahaya, belum lagi dirinya sangat kalkulatif dan didukung pula dengan kemampuan berbicaranya yang begitu pintar. Sebagai villain utama, bisa dikatakan Johan cukup minim hadir dalam manga. Bisa dikatakan, hanya di Munich arc saja dimana kehadiran Johan cukup konsisten. Tetapi berkat pengaruh besar nya, tanpa menampakkan wujudnya, pembaca telah merasakan kehadirannya, atau lebih tepatnya, ancaman yang ia telah tebar ke berbagai penjuru negara. Yang lebih menyeramkan lagi dari Johan adalah dirinya tidak memiliki tujuan yang pasti. Ia hanya ingin mengeksplor sisi kegelapan yang ada di dalam manusia sehingga susah sekali untuk menebak apa yang selanjutnya yang akan Johan lakukan. Sosok villain yang bagi saya mampu duduk sejajar dengan karakter villain seperti John Doe dan tentu saja, The Joker di The Dark Knight. He, truly is, the monster itself.




7. Kenshin Himura (Rurouni Kenshin/Samurai X)




Kenshin, sebagaimana karakter utama di animanga, menjunjung nilai keadilan, pecinta kedamaian dan juga ingin membela orang yang lemah dengan kemampuan pedangnya yang ditakuti. Bahkan, Kenshin menganut prinsip yang bertentangan untuk seorang samurai, yaitu tidak ingin membunuh. Hal itu tidak terlepas dari masa lalu nya yang ia habiskan untuk membunuh orang-orang yang dinilai membahayakan negara Jepang. Dirinya pun terkenal dengan julukan Hitokiri no Battousai (Kalau di SCTV dulu sering diterjemahkan dengan Battousai si Pembantai). Masa lalu Kenshin yang dipenuhi dengan darah inilah yang membedakan Kenshin dengan protagonis-protagonis berhati "malaikat" lainnya. Dengan masa lalunya ini pula, kita bisa mengerti mengapa Kenshin memilih untuk pensiun sebagai Battousa dan menjalani kehidupan jauh dari konflik. Kenshin memang tidak lagi sebuas kala era Bakumatsu, bahkan  ia memiliki pedang yang dinamakan Sakabato, tidak membahayakan nyawa orang lain karena sisi tajam pedangnya berada di punggung pedang, bukan di bagian depan. Karakter Kenshin digambarkan ramah, murah senyum, dan juga menyenangkan, bahkan kekonyolan juga sering ditampilkan oleh sosok Kenshin, sehingga bisa dimengerti mengapa orang-orang disekitar Kenshin juga penikmat karya dari Nobuhiro Watsuki ini begitu menghormati dan menyukai Kenshin.




Tetapi, Kenshin akan menjadi sosok yang benar-benar berbeda dalam pertarungan. Dalam pertarungan pun, sosok Kenshin sebagai pembantai di masa lalunya, terkadang muncul akibat emosi yang sulit ia kendalikan, apalagi kala orang yang disayanginya berada dalam kondisi terancam (saat melawan Jin-e dan Cho, salah satu member dari Juppongatana) dan musuh yang ia hadapi memiliki kekuatan yang merepotkan Kenshin (Hajime Saito).


6. Endo Kenji (20th Century Boys/21th Century Boys)



Satu lagi karakter memorable lagi yang diciptakan oleh Urusawa Naoki, yaitu Endo Kenji. Kenji digambarkan sebagai karakter pria baya seperti pada umumnya. Ia tidak memiliki wajah rupawan, hanya memiliki pekerjaan sebagai penjaga mini market, lajang, tidak memiliki harta juga kemampuan spesial, pokoknya ketika pertama kali diperkenalkan, tampak sekali kehadiran Kenji tidak memiliki dampak apapun terhadap dunia. Tentu saja hal itu tidak seperti yang ia bayangkan ketika masih kecil dan remaja, dimana ia memiliki ambisi untuk menjadi pahlawan penyelamat dunia dan ingin berkarir sebagai rocker yang bisa mengubah dunia lewat karya-karyanya. Semua keinginan tersebut tentu tidak bisa direalisasikan dengan mudah oleh Kenji, sehingga mimpi-mimpi tersebut harus ia kubur dalam-dalam seiring bertambahnya usia dan memilih untuk menjalani hidup sebagai pria dewasa biasa pada umumnya. Hingga ia pun terlibat akan konspirasi besar-besaran yang menurutnya mampu mengancam dunia. Apa yang membuat Kenji terseret akan konspirasi tersebut adalah sang pelaku utama yang memiliki panggilan Tomodachi melaksanakan konspirasi nya persis seperti apa yang direncanakan oleh Kenji dan teman-temannya kala masih kecil. Siapa yang menyangka bila rencana asal-asalan dari anak kecil itu ternyata mampu terealisasi dan mampu mengancam keberlangsungan hidup manusia. Mengetahui kenyataan bila Tomodachi adalah salah satu teman masa kecil nya, Kenji pun tergerak untuk menghentikan konspirasi yang dilakukan Tomodachi. Konsep cerita yang begitu orisinil dan juga diceritakan begitu brilian oleh Naoki, belum lagi dengan kejutan-kejutannya kala narasi bergerak yang tidak hanya mampu menghenyakkan pembaca, namun juga terkandung akan makna dan pesan yang emosional. Kenji menjadi salah satu karakter favorit saya ya karena itu tadi, dirinya hanyalah pria dewasa biasa yang dulunya memiliki ambisi untuk mengubah dunia. Mimpi yang mungkin sama-sama kita punyai pada saat masih polos dan penuh semangat, namun karena kehidupan tidak lah selancar yang kita bayangkan, mimpi-mimpi kita harus dikubur dan lebih memilih menerima kenyataan. Suatu hal yang menyedihkan, namun itulah realita yang terjadi. Faktor ini yang membuat Kenji terasa dekat dengan pembaca, sehingga mudah sekali untuk mendukung Kenji dalam usahanya menyelamatkan dunia. Kehadirannya selalu dinanti oleh pembaca dan meninggalkan kesan luar biasa saat dirinya menghilang di pertengahan cerita. Setiap namanya menyeruak dalam tiap dialog-dialog yang dilakukan karakter-karakter lain untuk mengenang Kenji, pembaca mau tidak mau merasakan kerinduan juga. Dan yang terbaik adalah saat lagu ciptaan Kenji dimainkan oleh keponakannnya, Kana, selagi menceritakan Kenji, yang memaksa air mata saya mengalir. Gutalala Sutalala.. Gutalala Sutalala



5. Hiruma Yoichi (Eyeshield 21)




Pemeran utama animanga Eyeshield 21 adalah Kobayakawa Sena, seorang remaja biasa yang kerap menjadi pesuruh untuk teman-temannya, malah terlibat akan dunia American Football. Bagi saya, Sena bukanlah protagonist yang buruk, bahkan saya cenderung menyukainya. Tetapi, tentu sulit bagi dirinya untuk bersaing dengan karakter paling memorable dalam seri Eyeshield 21, siapa lagi kalau bukan Hiruma Yoichi. Saya yakin, sebagian besar penikmat Eyeshield 21 memiliki pendapat yang sama seperti saya, bila Hiruma adalah karakter terbaik dalam seri ini. Dari awal kemunculannya saja, Hiruma telah meninggalkan kesan yang dalam. Sosoknya yang seperti setan, selalu bicara kasar, his "YA-HA", kebiasaannya membawa senjata kemana-mana, otaknya yang CERDIK (cerdas dan licik), pemilik buku ancaman yang didalamnya berisi semua aib orang-orang yang ia kenal dan... ah, terlalu banyak ciri khas dari Hiruma yang membuat saya jatuh cinta dengan karakter ini. Kehadirannya begitu dinantikan sehingga bila dirinya absen dalam satu chapter saja, saya merasakan kehilangan yang sangat besar. Hiruma memang digambarkan sebagai pria yang menyeramkan dan juga sangat ambisius akan kemenangan (baginya, kemenangan adalah nomor satu dalam American Football), tetapi dibalik itu semua, Hiruma memiliki perhatian yang besar terhadap rekan-rekannya. Hal itu kerap ditunjukkan oleh sang writer, Riichiro Inagaki, seperti saat ia membantu Yukimitsu dalam ujian fisik penerimaan anggota Devil Bats dan yang cukup berkesan kala ia mulai menganggap "3 Bersaudara Ha-Ha-Ha" sebagai anggota remsi Devil Bats. Memang, karakter ini cukup komikal dan susah untuk diterima secara logika bila karakter ini ada di dunia nyata, tetapi dengan segala signature yang ia miliki, rasanya susah juga untuk tidak jatuh cinta dengan Hiruma.



4. Roronoa Zoro (One Piece)




Roronoa Zoro memang hanyalah berperan sebagai side kick dari Monkey D. Luffy, tetapi sering kali keberadaan Zoro lebih mencuri perhatian ketimbang sang kapten sendiri. Hal tersebut tidak terlepas dari betapa likable nya karakter ini. Begitu banyak alasan mengapa saya dan sebagian besar pecinta animanga One Piece mencintai karakter ini. Seperti aura badass yang terpancar dari dirinya, dan prinsip laki-laki serta pengguna pedang yang selalu ia pegang. Zoro digambarkan sebagai pria dewasa yang tenang, dan tidak terlalu sering berbicara, bahkan dirinya jarang sekali tertawa lepas. Namun, bukan berarti Zoro tidak memiliki momen konyol nya sendiri. Kelemahannya dalam membaca arah merupakan signature nya yang selalu menghibur, kemudian dirinya juga sering sekali terlibat akan funny moment nya One Piece. Baik itu dalam bentuk manga, ataupun anime, semuanya sukses tepat sasaran berkat karakterisasi dari Zoro. Silahkan cari video nya di youtube dengan keyword "Zoro Funny Moment", dan bersiaplah untuk tertawa. Bila membahas dalam anime, kredit lebih telah seharusnya diberikan kepada Kazuya Nakai sebagai seiyuu nya Zoro.



Dengan alasan-alasan tersebut, rasanya telah cukup untuk jatuh cinta pada karakter ini, tetapi ada satu faktor lagi mengapa Zoro layak masuk top 5 dalam list ini, yaitu hubungan subtil yang ia jalin dengan kru-kru lainnya. Sering sekali, Zoro menunjukkan perhatian yang kecil, namun bermakna terhadap teman-temannya. Tidak perlu saya sebutkan, lihat saja salah satu momen pada arc Long Ring Island ini . Sayang sekali memang, setelah time skip, karakter Zoro sedikit menjadi membosankan dan bertransformasi hanya menjadi karakter badass yang generic pada genre Shounen. Padahal, kekonyolan serta interaksi dengan karakter lainnya adalah salah satu alasan mengapa Zoro begitu dicintai (lihat juga yang ini). Belum lagi beberapa momen ikonik yang terjadi di sebelum time skip yang makin memantapkan Zoro sebagai wakil kapten di Mugiwara Pirates, seperti saat ia mencegah Luffy, Nami dan Chopper menjemput Ussop dan tentunya momen ikonik dirinya dengan Kuma.



3. Hanamichi "Tensai" Sakuragi (Slam Dunk)




Tinggi, besar, memiliki muka yang menyeramkan, lengkap dengan rambut merah nya yang menjadi ciri khas utama. Namanya adalah Hanamichi Sakuragi, pria kelas 1 SMA yang memiliki rekor menyedihkan ketika SMP, yaitu ditolak cintanya hingga 50 kali. Terakhir kali, ia ditolak dengan alasan dari si gadis sedang menyukai salah satu cowok atlit basket di SMP nya. Pengalaman pahit ini membuat Sakuragi sangat membenci dengan olahraga basket. Siapa yang menyangka bila di periode SMA nya, Sakuragi malah terlibat jauh dengan olahraga tersebut. Slam Dunk memang merupakan salah satu animanga yang bisa dibilang legendaris serta influental. Gara-gara karyanya Takehiko Inoue ini, olahraga basket sempat populer di negara Jepang, bahkan pada film You are the Apple of My Eyes, animanga ini sempat disebutkan. Salah satu faktor mengapa Slam Dunk begitu sukses dan digilai oleh penggemarnya adalah sama seperti Full Metal Alchemist: Brotherhood, hampir semua karakter di dalamnya sangat likable, baik itu Akagi, Miyagi, Mitsui, bahkan Rukawa yang menjadi rival terbesar nya sang tokoh utama, Sakuragi.



Tetapi tetap, diantara karakter-karakter hebat didalamnya, Sakuragi tetaplah yang paling mencuri perhatian. Kekonyolan dan kebodohannya, narsis tingkat tinggi yang selalu ditunjukkan, serta pengembangan karakter nya yang dari awal tidak terlalu perduli dengan basket, sehingga pada akhirnya dirinya menjadi jatuh cinta akan olahraga ini, telah menjadi alasan yang sangat kuat mengapa saya mencintai karakter ini. Saking berkesannya karakter ini, design karakter Sakuragi ditiru oleh Hiroshi Takahashi lewat manga Crows nya. Lewat semua kekonyolan yang diperlihatkan Sakuragi, mulai benih-benih kedekatan penikmat Slam Dunk dengan karakter ini, sehingga dalam setiap pertandingan, kita begitu ngebet ingin melihat Sakuragi paling tidak bisa berpengaruh dalam membantu kemenangan Shohoku. Karena itulah, setiap Sakuragi berhasil melakukan Slam Dunk (saat melawan Shoyo adalah contoh yang terbaik), kita tidak bisa untuk tidak ikut berteriak. Dan saat Sakuragi mengalami kegagalan, kita pun ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Sakuragi. Saking cintanya saya dengan karakter ini, setiap nama profil di aplikasi chatting saya menggunakan nama "Tensai", julukan Sakuragi terhadap dirinya sendiri.



2. Naruto Uzumaki (Naruto)




Rasanya tidak perlu saya jelaskan lagi mengapa saya sangat mencintai karakter ini dan menganggap dirinya adalah salah satu karakter fiksi yang berhasil menginspirasi saya. Cukup baca artikel ini saja. Saya sebenarnya ingin menempatkan Naruto pada posisi pertama, namun rasanya ada yang lebih layak untuk menempati posisi pertama dalam list ini. Dan karakter tersebut adalah...


1. Guts (Berserk)




Saya tantang kalian, karakter animanga mana yang memiliki kisah sepahit dan setragis Guts? Sejauh saya menikmati dunia animanga, belum ada satupun karakter yang setidaknya hampir menyamai kisah pedih yang dialami oleh Guts. Lahir dari wanita yang telah menjadi mayat, sempat mengalami kekerasan dan hanya mengerti akan dunia perang pada masa kecil nya, menjadi korban pelecehan seksual dan dikhianati oleh orang yang telah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri, yang memberikan luka yang sangat dalam untuk Guts sehingga ia memiliki permasalahan tersendiri dalam membangun kepercayaan dengan orang lain. Guts hanya mempercayai satu hal, yaitu pedang yang selalu menemaninya, baik ketika berperang bahkan kala tidur pun, Guts tidak pernah lepas dengan pedangnya. Kentaro Miura sangat teliti dalam menghadirkan cerita untuk karakter ini, bahkan kisah flashback nya pun dihadirkan dalam berpuluh-puluh chapter (Golden Age Arc) yang ditutupi dengan salah satu momen paling memorable serta what the fuck dalam sejarah animanga.




Namun, Miura menghadirkan momen gore serta berdarah-darah bukan tanpa tujuan berarti. Karena momen itulah, terjadi transisi cerita yang begitu besar pengaruhnya serta berdampak akan pengembangan karakter pada Guts. Berkat adanya momen yang berhasil hampir membuat saya kepikiran hingga satu minggu, penikmat Berserk akhirnya memahami mengapa Guts memiliki sifat yang kasar dan seolah antipati dengan keadaan sekitarnya. Pada Black Swordsman Arc, dimana hadir sebelum Golden Age Arc membuka tirainya, Guts bukanlah karakter yang menyenangkan. Ia begitu nikmat dalam membantai orang, bahkan dalam manganya, ia tidak begitu perduli dengan hidup seorang gadis kecil. Guts terlihat egois, kasar, dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Hingga kita diperlihatkan akan hal ini



Satu adegan yang membuat kita penasaran, sebenarnya apa yang terjadi dengan Guts. Dan saat kita telah mengetahuinya, kita bisa memahami dan malah berbalik mendukung atau bahkan mencintai karakter Guts. Apa yang telah Guts tempuh sangat lah berat, bahkan dari kelahirannya saja seolah keberadaannya tidak diinginkan oleh dunia, tetapi Guts menolak untuk menyerah. Semangat hidup luar biasa nya telah ia tunjukkan dari semenjak lahir. Mungkin hanya Guts lah yang mampu membuat saya tidak begitu keberatan melihat manusia biasa mampu mengayunkan pedang raksasa dengan mudahnya, sehingga mampu mengalahkan beberapa monster oleh dirinya, sendirian. Hal ini lah yang membuat saya merasa Guts layak untuk menempati nomor 1 dalam list tidak penting ini. Guts sangat layak untuk dijadikan role model bagi kalian yang memiliki kisah kehidupan yang tidak terlalu menyenangkan. Guts adalah tipe protagonist yang jarang sekali muncul, karena tidak perduli seberapa menariknya karakter villain yang muncul dalam Berserk, tetap saja kita ingin yang berdiri paling akhir adalah Guts. Kita ingin sekali Guts akhirnya mendapatkan kebahagiaan yang sangat layak ia dapatkan setelah semua kepahitan yang telah ia alami. Saat melihat sosok Guts, kita bagaikan melihat suatu karakter yang nyata, tepat berada disamping kita, bagaikan teman, kita ingin sekali membantunya melewati semua kesusahan yang ia alami. Dan this is my friends, the reason why I love this character so much. Saya juga yakin, saking kompleksnya karakter Guts, kita bisa membuat satu artikel panjang untuk dirinya seorang.





Akhirnya, selesai juga artikel yang saya buat dadakan ini. Mood menonton sedikit menghilang belakangan ini, namun rasanya sayang juga kalo saya tidak menulis apapun dalam blog, jadi ya inilah hasilnya. Semoga bisa memberikan hiburan bagi kalian yang membacanya. Untuk kalian yang penggemar animanga seperti saya, mari berdiskusi di kolom komentar, karakter animanga mana yang kalian paling sukai. Lumayan juga untuk saya mendapatkan referensi berbagai animanga dari kalian juga. Thanks for reading.





Sunday, 2 July 2017


Yap, finally, it's happened. One of the most anticipated anime this year finished. Setelah penantian yang memakan waktu hingga 4 tahun, Shingeki no Kyojin (SnK) akhirnya benar-benar rilis tahun ini. Anime Shingeki No Kyojin yang dirilis pada tahun 2013 berhasil merebut hati sebagian besar pecinta anime, bahkan pecinta manganya pun merasakan kepuasan sendiri saat menyaksikan adaptasi animenya berkat garapan dari studio Wit Studio yang setia dengan sumbernya. 25 episodenya dimanfaatkan dengan baik untuk memperkenalkan tiap karakternya, juga dunia yang ada di dalam anime SnK. Belum lagi dengan beberapa kejutannya yang tidak hanya menghentak, tetapi juga keberadaannya diperlukan untuk mengembagnkan cerita. Tidak hanya itu, kombinasi antara seiyuu yang bekerja dengan brilian dalam membawakan peran masing-masing, adegan aksi yang digarap begitu dinamis dan tidak ketinggalan juga soundtrack-soundtrack nya yang memorable, membawa anime SnK ke puncak stratosfer dan tidak berlebihan rasanya menobatkan SnK merupakan salah satu anime terbaik pada dekade ini. Maka tidak berlebihan jika lanjutan season 2 nya sangat dinantikan oleh penggemar. Segala hype dan rasa penasaran bagi penggemar yang tidak mengikuti kisahnya dalam lembar demi lembar manganya akibat berbagai misteri yang ditinggalkan pada season pertama menyambut suka cita kedatangan Season 2 ini. Dan untuk penggemar manga nya, seperti saya, juga tidak sabar ingin melihat bagaimana pertempuran antara Rogue Titan bersama Special Operation Squad melawan Armored Titan dan Collosal Titan dalam wujud animasi.




Episode pertama pun juga digarap tidak jauh berbeda dengan episode pertama di Season pertama. Bila episode pertama di season 1 berfungsi untuk memberikan gambaran awal pada penonton seperti apa kisah Shingeki no Kyojin itu, maka di episode awal Season 2 ini diniati untuk mengingatkan kembali penonton bila Shingeki no Kyojin merupakan anime yang menceritakan mengenai keputusasaan juga kejamnya dunia SnK. Episode pertamanya telah menggebrak dengan memperlihatkan serangan para titan pada pasukan Special Operation Squad di luar dinding, serta di akhir episode juga memperlihatkan kematian yang cukup disturbing. Momen itu juga berperan dalam memperlihatkan masih betapa tidak berdayanya manusia bila dikelilingi oleh para titan. 




Awal-awal episode juga digunakan untuk mengembangkan karakter-karakter sampingan seperti Sasha, Connie, terutama hubungan antara Ymir dan Krista. Memang hal ini diperlukan untuk menciptakan rasa terikat penonton terhadap mereka, dan juga di season pertama porsi untuk karakter-karakter utama seperti Eren, Mikasa atau bahkan Levi telah lebih dari cukup. Selain itu juga berbagai kejutan yang akan hadir secara langsung berkaitan dengan karakter-karakter pendukungnya. Tetapi jujur pesona Eren, Mikasa, Levi masih sulit untuk terlupakan sehingga kala supporting characters nya yang mendominasi menit demi menit jalannya cerita, penonton selalu menantikan kehadiran mereka. Bukan berarti supporting characters nya memiliki karakterisasi yang buruk, pernyataan tersebut jelas sama sekali salah karena masing-masing memiliki daya tarik. Connie dengan kepolosannya, Reiner dengan kewibawaannya sebagai pemimpin dan favorit saya Sasha yang kikuk namun rakus. Namun jelas bukan hal yang mudah untuk menggantikan pesona para karakter utama yang tidak kalah hebatnya. Dengan hanya 12 episode tentu mengakibatkan beberapa karakter lainnya harus tersingkir cukup banyak, seperti Levi yang harus rela dirinya tidak terlalu tampil banyak. 





Penceritaan yang meluas jelas telah diantisipasi akibat dari pengkhianatan yang dilakukan oleh Annie. Twist yang terjadi tersebut bukan hanya terungkapnya bila titan dalam bentuk manusia bukan hanya dimiliki oleh Eren, tetapi juga menyimpan misteri siapa aliansi yang juga berada di pihak Annie. Konflik yang ada tidak lagi hanya memperlihatkan manusia melawan para Titan, namun menyimpan berbagai konspirasi-konspirasi politik tentang sejarah ataupun keberadaan Titan. Untuk kalian yang tidak mengikuti manga nya dan mulai merasakan cerita SnK mulai rumit, percayalah, kedepannya konflik yang ada di SnK semakin menjauhi penceritaan mengenai manusia melawan Titan. Segala konspirasi atau bumbu-bumbu politiknya semakin rumit, belum lagi kala sejarah Titan mulai terungkap. Di season 2 ini terdapat beberapa cerita yang sebenarnya hadir di manga baru-baru ini, sengaja dimunculkan pada setiap momen yang dirasa tidak terlalu maksa akibat kehadirannya, sebagai contoh adalah masa lalu Ymir. Tidak hanya itu beberapa sentuhan yang hadir di animenya juga ada yang tidak hadir di dalam manga. Beberapa filler tersebut untungnya berguna dalam penceritaan, bahkan filler yang dihadirkan pada kematian satu minor karakter disini berhasil menjadikan momen tersebut salah satu highlight di season 2 ini. Filler mengenai awal hubungan antara Ymir-Krista pun berperan besar untuk memberikan tragedi tersendiri ketika salah satu kejutan terbesar hadir di episode 4 dan 6.




Wit Studio tetap melanjutkan pekerjaan brilian mereka dalam menggarap animasi SnK. Semangat yang hadir di manga nya tetap terasa, seperti atmosfir kelam, adegan gorefest nya serta beberapa ekspresi-ekspresi karakter nya yang benar-benar setia dengan apa yang ada di dalam manga. Sajian aksi pun diimbangi dengan kualitas produksi kelas tinggi dengan bantuan 3D maupun CGI. Walau memang tidak semuanya berjalan mulus, namun sebagian besar aksinya memuaskan. Berbagai momen-momen besar disajikan dengan tidak mengecewakan, Hiroyuki Sawano yang kembali mengisi bagian composer juga tidak kehilangan sentuhannya dalam menaruh beberapa soundtrack nya dengan tepat sasaran, walau kadar memorable nya mungkin sama sekali tidak ada yang menyentuh di adegan-adegan memorable yang terjadi di season pertama. Hal itu dikarenakan hampir minusnya kehadiran soundtrack ini

Beberapa momen-momen di season pertama menjadi lebih memorable, seperti kematian ibu Eren, transformasi Eren menjadi titan setelah menyaksikan teman-temannya dibantai habis-habisan oleh Female Titan dan bahkan momen sederhana seperti pidato Armin untuk melindungi Eren dan Mikasa, semuanya berkat soundtrack Vogel im Käfig.  Tanpa adanya soundtrack tersebut dalam mengiringi momen-momen besar di season kedua ini cukup berpengaruh untuk meninggalkan impact kepada penonton, termasuk saya. 





SPOILER!!!!!
Saya pribadi yang telah membaca manganya, tentu mengharapkan beberapa kejadian seperti terungkapnya siapa Armored dan Collosal Titan, kematian Hanes dan favorit saya pernyataan cinta Mikasa kepada Eren, akan diiringi oleh soundtrack megah tersebut. Memang, Vogel im Kafig sempat muncul saat Armored Titan bertransformasi, namun part yang dimainkan bukanlah pada bagian paruh akhir nya, sehingga tetap impact yang diharapkan tidak maksimal. Hampir absennya soundtrack ini juga lah yang membuat saya berpendapat bila Season 2 sedikit inferior dibandingkan season pertama 
SPOILER!!!!

Biasanya saya jarang meributkan masalah pacing dalam anime, namun Season 2 ini memiliki permasalahan itu yang cukup mengganggu. Seperti misal episode 9 yang dipenuhi oleh percakapan antara Eren, Ymir, Reiner dan Berthold yang sedikit menurunkan tensi dari dua episode sebelumnya yang dipenuhi aksi dan situasi yang menegangkan. Momen percakapan itu sedikit dragging walau memang percakapan itu diperlukan untuk membangun karakter Reiner dan Berthold serta memperluas karakterisasi pada mereka berdua. Bicara mengenai karakter, Ymir berhasil menjadi spotlight di season kedua. Selain karena pendalaman karakterisasi yang diberikan, tetapi juga porsi kehadirannya yang bertambah dan juga storyline nya yang menarik ikut berpengaruh mengapa Ymir menjadi salah satu karakter terbaik di season kedua. Aksinya kala melawan puluhan titan di menara pada episode 5 adalah salah satu adegan aksi yang mampu meninggalkan kesan "WOW" saat melihatnya.

Memang untuk melampaui kualitas yang telah dipasang begitu tinggi pada season pertama adalah pekerjaan yang cukup mustahil, dan benar saja, Season 2 sedikit inferior dibanding season pertama. Opening-Ending soundtrack nya juga tidak berhasil meninggalkan kesan seperti Season pertama. Yah, Linked Horizon yang tetap diberi tugas dalam mengisi bagian lagu pembuka tidak bisa disalahkan karena lagu-lagu mereka di season pertama, Guren No Yumiya dan Jiyuu no Tsubasa jelas jauh lebih perkasa dan ikonik jika harus dibandingkan Shinzou wo Sasageyou Namun bukan berarti Season 2 adalah seri yang buruk. Masih menawarkan berbagai aksi yang menakjubkan berkat hasil brilian dari Wit Studio, perkembangan cerita yang walau tidak terlalu signifikan tetapi tetap memiliki momen-momen mengejutkan bagi yang tidak mengikuti kisahnya lewat manga, Season 2 tetaplah sajian anime berseri yang tetap memberikan pengalaman menonton yang menyenangkan.

8/10

Friday, 28 April 2017



Story

Menceritakan perjalanan ksatria berpedang muda bernama Guts yang selalu menghadiri perang-perang sebagai tentara bayaran, hingga dirinya bertemu dengan pemimpin Band of the Hawk, Griffith, yang tertarik untuk mengajak Guts bergabung di kelompoknya setelah terkesan dengan kemampuan berpedang Guts. Band of the Hawk sendiri merupakan kelompok para tentara bayaran yang memiliki reputasi tidak pernah terkalahkan dan cukup terkenal di daerah Midland.





Review

Saya sengaja untuk menulis begitu singkat di bagian sinopsis diatas supaya saya tidak melakukan blunder menyentuh ke ranah spoiler, karena harus saya akui, sangat sulit untuk menceritakan Berserk tanpa menyentuh spoiler sedikitpun, dan percayalah, semakin kalian buta mengenai Berserk, semakin besar juga potensi kalian merasakan kepuasan luar biasa saat mengikuti kisahnya. Bila kalian tidak tahu Berserk, jangan khawatir, saya tidak akan mengejek kalian ketinggalan jaman, tidak keren atau sebagainya, karena memang usia Berserk yang merupakan hasil karya dari Kentaro Miura ini cukup tua. Manganya dirilis pada tahun 1988 dan masih berlanjut hingga sekarang(!). Dan adaptasi animenya sendiri pun pertama kali ditayangkan 9 tahun kemudian. Walau gambar animasi nya sendiri memang tidak memuaskan dan banyak kekurangan, tetapi siapa yang menyangka kualitas rendah animasinya malah meningkatkan atmosfir horor dunia Berserk sehingga anime nya layak menyandang status klasik. Maka jangan heran bila banyak penggemar Berserk menyarankan untuk tetap menyaksikan anime originalnya ketimbang trilogi film animenya yang sebenarnya memiliki kualitas animasi dan 3D yang memuaskan dan anime Berserk yang baru saja dirilis tahun kemarin serta meneruskan perjalanannya juga pada tahun ini. Saya yang telah menyaksikan semua versi anime Berserk mungkin sependapat dengan pendapat para penggemar tersebut. Tidak usah ditanya lagi betapa mengecewakannya versi anime tahun 2016 nya yang level keburukannya jatuh ke level memprihatinkan sehingga bukan langkah yang bijak untuk kalian yang ingin berkenalan dengan Berserk lewat versi ini. Film trilogy nya sendiri memang memiliki kualitas anime di atas rata-rata, tetapi tentu tiga film yang berdurasi kurang lebih 2 jam di masing-masing filmnya tidak mampu memindahkan semua adegan-adegan penting di manga nya ke dalam film sehingga harus ada adegan penting yang tidak ditayangkan. Bila ingin berkenalan dengan Berserk versi anime, tontonlah versi originalnya. Serius, kalian tidak akan memusingkan gambarnya yang jadul saat kalian telah tenggelam dengan cerita Berserk yang memukau.

Berserk merupakan pilihan yang sangat tepat bagi kalian yang mungkin sedikit jengah dengan segala macam animanga berjenis Shounen. Saya sendiri saat berkenalan dengan Berserk di tengah masa dimana anime Naruto: Shippuden masih di episode filler, bosan dengan petualangan One Piece dan kehilangan ketertarikan dengan Detective Conan sehingga saya kehabisan amunisi untuk menikmati animanga. Memang, animanga seperti Shingeki No Kyojin atau Hunter X Hunter mampu menutupi kekosongan waktu (terutama SnK), tetapi saya butuh lebih dari itu dan ingin menyicipi animanga yang lebih dari itu. Hingga akhirnya saya iseng-iseng mengetik keyword "the most hateful characters in anime" di Google dan setelah beberapa kali blogwalking, nama Griffith secara konsisten masuk di dalam list beberapa orang. Karena merasa asing dengan nama karakter yang satu ini, tidak membutuhkan waktu yang lama saya mencari profil tentang karakter ini, dan entah harus saya anggap ini langkah yang tepat atau salah, karena sesaat saya membaca di berbagai artikel mengenai dirinya, saya termakan spoiler kelas dewa yang membuat saya membatin di dalam hati "I NEED TO READ BERSERK!!", dan dari situlah perjalanan panjang saya bersama Berserk dimulai.

Segala yang saya inginkan semuanya ada di Berserk. Mulai dari karakter-karakter protagonist yang berbeda dari biasanya, jalan cerita yang tidak serta merta membicarakan impian pemeran utama, karakter yang dipenuhi dengan anti-hero, pokoknya apa yang terdapat di Berserk berhasil menghilangkan dahaga saya dan membatin "INI YANG GW CARI". Kehidupan yang ada di dalam dunia Berserk membuat dunia Shingeki No Kyojin tidak apa-apanya. Tidak hanya diisi dengan iblis-iblis menyeramkan haus darah, dunia Berserk diperparah pula dengan tokoh-tokoh di dalamnya yang seolah tanpa moral dan benar-benar menganut sistem hukum "Yang kuat dia lah yang bertahan." Apa yang Miura ingin sampaikan dengan brutalnya kehidupan di animanga Berserk sederhana, yaitu menunjukkan bila manusia sebenarnya hanya makhluk yang didorong oleh keinginan yang lahir dari nafsu itu sendiri. Contoh yang paling gampang ya liat saja Griffith. Hampir 100% penggemar Berserk membenci dengan keputusan Griffith di penutup Golden Age Arc, tetapi saya yakin, ketika ditanya apakah kalian bisa mengambil keputusan yang berlawanan dengan Griffith, hampir semuanya pasti akan bungkam karena mau tidak mau kita harus mengakui bila keputusan yang diambil Griffith itu sangatlah beralasan, dilihat dari karakterisasinya maupun apa yang telah ia alami sebelumnya. Perihal yang satu ini lah yang menjadi satu dari sekian banyak alasan mengapa Golden Age Arc merupakan arc terbaik yang pernah saya baca di dunia animanga. Tidak ketinggalan juga kadar gore, hujan darah, kepala terpenggal, badan terbelah, bukanlah pemandangan asing yang akan kalian temukan di seri Berserk yang otomatis menjadikan Berserk bukanlah santapan yang tepat bagi mereka yang belum terbiasa dengan hal-hal tersebut.

Untuk menghadapi dunia yang kejam seperti itu, diperlukan lah karakter utama yang mampu membuat penikmat-penikmat animanga seperti saya percaya bisa bertahan di dalam kondisi berantakan tersebut, dan karakter tersebut tidak lain tidak bukan adalah Guts, dimana saat saya telah menyelesaikan Golden Age Arc, saya menasbihkan Guts adalah karakter badass terbaik di sejagat dunia komik, hell, he's the role model that I've been searching for long time. Characters writing merupakan aspek terbesar mengapa Berserk layak dinobatkan sebagai manga terbaik saat ini. Baik karakter utama maupun pendukungnya mendapatkan porsi characters development tiap arc. Ambil contoh seperti tiga karakter utama di Golden Age Arc yaitu Guts, Griffith dan Casca yang mengalami perubahan signifikan kala Golden Age Arc menutup tirainya. Griffith mengalami penderitaan yang mungkin tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, Casca yang membuka hatinya kepada Guts yang sebelumnya merupakan pria yang paling ia benci dan Guts mulai kembali percaya akan adanya rekan seperjuangan yang bisa ia percaya dan ia anggap teman. Semuanya mengalir apa adanya tanpa ada sedikitpun terkesan terburu-buru maupun dipaksakan. Miura tidak berhenti disitu, karena setelah Golden Age Arc pun karakter-karakter yang terlibat di masing-masing arc tetap mendapatkan pengembangan, seperti Farnese dan Serpico yang mampu menutupi kekosongan yang ditinggalkan oleh Casca sebelumnya (if you know what I mean). Namun memang akan selalu ada perlakuan spesial dari sang author untuk karakter utamanya dan itulah yang Miura lakukan di Berserk dengan menjadikan Guts, sang tokoh utama, sebagai tragic hero.

Bukan tanpa alasan mengapa saya menjadikan Guts sebagai role model di dalam kehidupan saya. Apabila kalian telah membaca Berserk paling tidak menghabiskan Golden Age Arc saja, pasti menyadari betapa berat kehidupan yang Guts telah jalani. Sedikit backstory mengenai Guts, ia lahir dari wanita yang telah menjadi mayat, diadopsi oleh tentara bayaran yang tidak mengajari apapun selain berperang atau mengayunkan pedang. Masa kecil Guts diisi dengan kerasnya dunia perang, dan kala dirinya menemukan figur seorang ayah di diri Gambino, tentara yang mengadopsinya, Guts malah dikhianati dengan cara yang keji, yang membuat Guts memiliki masalah dalam mempercayai akan adanya teman. Dan ketika ia menemukan tempatnya di Band of the Hawk, Guts kembali menerima kenyataan pahit (well, just watch/read closing of Golden Age Arc). Guts merupakan contoh sempurna dalam mendefinisikan tragic hero itu sendiri. Yang membuat karakter Guts mengagumkan adalah, tidak perduli dengan kesakitan, kepahitan, kehilangan, pengkhianatan yang telah ia alami, Guts menolak untuk menyerah, dan tetap melangkah kedepan, sehingga saya sangat berharap Miura akan mengakhiri kisah Berserk dengan Guts mendapatkan akhir yang layak ia dapatkan.

Mungkin ada alasan tertentu mengapa versi anime nya, terutama versi yang terbaru, tidak mampu menggambarkan atmosfir sesungguhnya Berserk, ya karena material yang harus diangkat ke versi anime memiliki kualitas art dewa semacam ini




Just, holy shit. Perhatikan bagaimana Kentaro Miura begitu memperhatikan detil sekecil apapun, dan tidak hanya keunggulan dalam goresan artistiknya, Miura pun dengan sukses membangun suasana horor di dunia Berserk. Melihat gambar dewa Miura ini saya bisa memahami mengapa Miura sering mengambil hiatus dalam penerbitan manganya. Hal ini mungkin keputusan yang menghasilkan kekecewaan dari sebagian fans yang tidak sabar lagi ingin melihat Guts mendapatkan apa yang ia berhak dapatkan, tetapi saya pribadi tidak keberatan, asal kualitas Berserk tetap stabil dan tidak mengalami penurunan kualitas baik dari penceritaan maupun art nya. Justru yang menjadi minor complaint dari saya adalah seringnya Miura menempatkan berbagai monster-monster atau pun juga karakter yang memiliki kekuatan supernatural yang bagi saya berlebihan. Juga karakter-karakter pendukung yang seringkali mengambil spotlight Guts sebagai protagonist utama, dimana tidak jarang Guts hanya dijadikan karakter yang melawan musuh-musuh hebat tanpa adanya motif yang kuat dibelakangnya. Padahal pertarungan-pertarungan yang terjadi di Golden Age Arc atau di Conviction Arc merupakan pertarungan yang personal bagi Guts sehingga para penggemar merasakan antusias memperhatikan jalannya pertarungan itu.

Yah, walau bagaimanapun, Berserk adalah karya yang pantas sekali dinobatkan sebagai karya klasik yang sampai kapanpun akan tetap menarik untuk diikuti. Bagi kalian yang ingin mencoba Berserk, mungkin lebih baik dimulai dulu dari versi anime nya pada tahun 1997. Jangan terlalu dipikirkan mengenai grafis anime nya yang terlihat kaku atau pun tua, perhatikan jalan ceritanya maupun karakternya yang mampu membuat kita merasa terikat.

Berserk versi Manga = 9,5/10

Berserk versi Anime 1997 = 8,5/10

Berserk versi Movie Trilogy = 8,25/10

Berserk versi Anime 2016 = 6,5/10


Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!