Showing posts with label Naruto. Show all posts
Showing posts with label Naruto. Show all posts

Wednesday, 6 December 2017



Tidak usah berbasa-basi lagi, inilah 10 karakter pilihan saya dalam dunia Anime/Manga.


Honorable Mentions:


Okabe Rintarou (Steins; Gate)





Memiliki kepercayaan diri yang tinggi, sering memanggil orang-orang terdekatnya dengan kode nama yang aneh, serta diisi suaranya oleh Mamoru Miyano. 3 alasan itu saja sebenarnya bisa menghantarkan Okabe masuk dalam 10 besar, tetapi tidak bisa dipungkiri, peran Mamoru Miyano begitu besar untuk membuat penonton menyukai Okabe. Siapa yang bisa melupakan tawa Okabe yang bisa dibilang sangat memorable itu. Jangan lupakan juga chemistry nya yang kuat dengan karakter-karakter lain. Okabe adalah satu-satunya alasan mengapa saya bisa bertahan menghadap 8 episode Steins; Gate yang harus diakui belum terlalu menarik dan cukup membosankan.

Edward Elric (Full Metal Alchemist: Brotherhood)





Full Metal Alchemist: Brotherhood itu adalah sebuah karya masterpiece. Perjalanan cerita yang telah melekat dari episode pertama, dialog-dialog cerdas bertebaran, kualitas animasi yang baik, dan yang terutama adalah hampir semua karakter-karakter di Full Metal Alchemist: Brotherhood sama sekali tidak ada yang menyebalkan, bahkan karakter-karakter villain-nya. Tetapi walaupun dikelilingi oleh karakter-karakter yang begitu hebat dalam hal karakterisasi, susah untuk tidak terpukau dengan karakter protagonist utamanya, si chi...ermm, maksudnya, si alkemis muda berbakat, Edward Elric. Walaupun ia arogan, memiliki ego yang begitu besar mengalahkan ukuran tinggi badannya, tetapi ia adalah tipe karakter yang selalu mementingkan kepentingan orang lain. Signaturenya yang selalu darah tinggi bila dibilang "pendek" juga berhasil menjadi salah satu alasan mengapa karakter ini dicintai oleh penggemar anime ini. Edward yang berdarah tinggi dan cenderung tidak sabaran inilah yang menjadi fungsi utama keberadaan sang adik yang terus menemani petualangannya, Alphonse Elric. Keduanya merupakan protagonist yang layak mendapatkan dukungan penonton, namun Edward, bagi saya, jelas memiliki kharisma lebih baik untuk karakter utama. Belum lagi, totalitas yang diberikan oleh Romi Park dalam menghidupkan karakter ini.

Oke, kedua karakter di atas memang hebat dan sangat layak sebenarnya masuk dalam 10 besar, namun bila ditanya alasan mengapa mereka berdua "hanya" ada di honorable mentions, hanya lah satu, dua karakter tersebut sangat terbantu oleh seiyuu (voice actor) nya masing-masing, sehingga saya cukup meragukan bila saya akan tetap menyukai mereka berdua bila tampil dalam bentuk manga ataupun light novel. Itulah yang membedakan dua karakter diatas dengan 10 karakter di bawah ini.


10. Joe Yabuki (Ashita No Joe)




Petinju muda yang berasal dari anak jalanan tanpa memiliki tujuan. Kehidupan keras yang dialami Joe berpengaruh besar pada karakter Joe yang kasar, egois, dan hanya mendengarkan pemikirannya sendiri. Tidak hanya itu saja, akibat tempaan kehidupannya, Joe memiliki daya tahan tubuh serta fisik yang luar biasa, sehingga dirinya pun akhirnya terjun dalam dunia tinju. Joe memang bukanlah karakter bagaikan malaikat. Dirinya memiliki banyak kekurangan, namun hal itu memiliki landasan dasar yang kuat. Satu hal yang membuat saya jatuh cinta pada karakter ini adalah tekad serta prinsipnya yang terus dipegangnya. Selain itu, Joe bagaikan sebuah karakter yang mewakili banyak pria-pria, akibat kebrutalannya dalam menghadapi masalah. Ya, sebagai pria, kita semua tentu ingin kan sesekali melayangkan tinju ke muka orang yang bagi kita menyebalkan. Nah, Joe sama sekali tidak ragu untuk menghajar seseorang bila orang tersebut baginya memang layak untuk dihajar.  Berbagai kekurangan yang dimiliki Joe membuat sosok Joe lebih humanis, relatable, yang membuat pembaca/penonton ingin sekali melihat Joe selalu menang dalam pertandingannya. Satu hal lagi yang saya sukai dari design character dari Joe adalah mata nya yang seolah selalu merefleksikan akan rekam jejak hidup Joe, yaitu kesepian. Entah ekspresi apa saja yang dikeluarkan oleh Joe, bahkan ketika ia marah sekalipun, matanya selalu memancarkan hal yang sama. Detil kecil yang diperhatikan oleh sang kreator, Ikki Kajiwara.



9. L a.k.a Ryuzaki (Death Note)




Death Note memiliki konsep yang bisa saya katakan sangat cerdas nan absurd. Konsep cerita yang seolah mewakili dark side tiap individu. Sebagai manusia, tentu kita memiliki orang yang kita benci hingga ingin sekali kita membunuhnya. Nah, Tsugumi Ohba "mengabulkan" hal itu dalam Death Note. Dengan menulis sebuah nama dalam buku Death Note, kita bisa membunuh seseorang, sesimpel itu. Sebuah konsep yang luar biasa, dan juga diisi oleh dua karakter yang menciptakan salah satu rivalry terbaik dalam dunia fiksi, yaitu Yagami Light dan seorang detektif misterius, L. Sulit untuk harus memilih salah satu diantara dua karakter unik ini, namun pilihan saya jatuh kepada L. Bukan hanya dirinya mewakili kebaikan dalam cerita Death Note, tetapi segala ciri khas nya yang dimiliki karakter ini pula yang menguatkan keyakinan saya kalau L lebih layak saya pilih untuk masuk list saya yang gak begitu penting ini. Tsugami Ohba begitu detil dalam menghadirkan berbagai ciri khas dalam karakter L, seperti ketika ia duduk, makan, dan yang terutama kegilaannya pada makanan-makanan manis.

                                          

Tidak hanya itu, ketelitian Ohba pun ditunjukkan pada desain karakternya, dari pakaian hingga detil kecil seperti mata panda nya L, yang membantu akan karakterisasi pada L yang selalu menghadapi kasus-kasus berat dan sangat serius ketika berusaha memecahkannya hingga dirinya kekurangan waktu tidur.  Semua ciri khas itu disempurnakan pula pada daya intelejensi L dan sisi humanis yang disuntikkan Ohba pada L (lihat kekonyolannya ketika pertama kali bertemu dengan Misa).

8. Johan Liebert (Monster)




Urasawa Naoki tidak terbantahkan lagi adalah seorang mangaka jenius dan berada di beberapa level diatas mangaka lainnya. Dua karya masterpiece nya, yaitu 20th Century Boys dan Monster, bagi saya harus lah kalian baca bila kalian merupakan penggemar komik. Naoki begitu pintar dalam mengeksplorasi tiap karakter dalam karyanya, yang membuat pembaca tidak terlalu kesulitan dalam memahami karakternya. Dalam Monster, Naoki pun menciptakan karakter villain yang banyak dianggap oleh penggemar manga/anime sebagai villain terbaik dan paling berbahaya yang pernah hadir dalam dunia animanga. Yap, tokoh itu adalah Johan Liebert. Apa yang membuat Johan Liebert begitu berbahaya? Johan tidak memiliki kemampuan super, ia pun juga tidak ditopang dengan kemampuan fisik di atas rata-rata, bahkan dirinya pun sering tidak membawa senjata dalam kehidupan sehari-harinya. Namun, Johan memiliki senjata tak terlihat di tubuhnya, yaitu ia jenius dalam memahami sifat keburukan yang ada di dalam tiap manusia. Ia menyadari bila manusia pasti memiliki dark side nya masing-masing, dan Johan sangat ahli dalam memanfaatkan hal tersebut. Hal ini lah yang membuat Johan sangat berbahaya, belum lagi dirinya sangat kalkulatif dan didukung pula dengan kemampuan berbicaranya yang begitu pintar. Sebagai villain utama, bisa dikatakan Johan cukup minim hadir dalam manga. Bisa dikatakan, hanya di Munich arc saja dimana kehadiran Johan cukup konsisten. Tetapi berkat pengaruh besar nya, tanpa menampakkan wujudnya, pembaca telah merasakan kehadirannya, atau lebih tepatnya, ancaman yang ia telah tebar ke berbagai penjuru negara. Yang lebih menyeramkan lagi dari Johan adalah dirinya tidak memiliki tujuan yang pasti. Ia hanya ingin mengeksplor sisi kegelapan yang ada di dalam manusia sehingga susah sekali untuk menebak apa yang selanjutnya yang akan Johan lakukan. Sosok villain yang bagi saya mampu duduk sejajar dengan karakter villain seperti John Doe dan tentu saja, The Joker di The Dark Knight. He, truly is, the monster itself.




7. Kenshin Himura (Rurouni Kenshin/Samurai X)




Kenshin, sebagaimana karakter utama di animanga, menjunjung nilai keadilan, pecinta kedamaian dan juga ingin membela orang yang lemah dengan kemampuan pedangnya yang ditakuti. Bahkan, Kenshin menganut prinsip yang bertentangan untuk seorang samurai, yaitu tidak ingin membunuh. Hal itu tidak terlepas dari masa lalu nya yang ia habiskan untuk membunuh orang-orang yang dinilai membahayakan negara Jepang. Dirinya pun terkenal dengan julukan Hitokiri no Battousai (Kalau di SCTV dulu sering diterjemahkan dengan Battousai si Pembantai). Masa lalu Kenshin yang dipenuhi dengan darah inilah yang membedakan Kenshin dengan protagonis-protagonis berhati "malaikat" lainnya. Dengan masa lalunya ini pula, kita bisa mengerti mengapa Kenshin memilih untuk pensiun sebagai Battousa dan menjalani kehidupan jauh dari konflik. Kenshin memang tidak lagi sebuas kala era Bakumatsu, bahkan  ia memiliki pedang yang dinamakan Sakabato, tidak membahayakan nyawa orang lain karena sisi tajam pedangnya berada di punggung pedang, bukan di bagian depan. Karakter Kenshin digambarkan ramah, murah senyum, dan juga menyenangkan, bahkan kekonyolan juga sering ditampilkan oleh sosok Kenshin, sehingga bisa dimengerti mengapa orang-orang disekitar Kenshin juga penikmat karya dari Nobuhiro Watsuki ini begitu menghormati dan menyukai Kenshin.




Tetapi, Kenshin akan menjadi sosok yang benar-benar berbeda dalam pertarungan. Dalam pertarungan pun, sosok Kenshin sebagai pembantai di masa lalunya, terkadang muncul akibat emosi yang sulit ia kendalikan, apalagi kala orang yang disayanginya berada dalam kondisi terancam (saat melawan Jin-e dan Cho, salah satu member dari Juppongatana) dan musuh yang ia hadapi memiliki kekuatan yang merepotkan Kenshin (Hajime Saito).


6. Endo Kenji (20th Century Boys/21th Century Boys)



Satu lagi karakter memorable lagi yang diciptakan oleh Urusawa Naoki, yaitu Endo Kenji. Kenji digambarkan sebagai karakter pria baya seperti pada umumnya. Ia tidak memiliki wajah rupawan, hanya memiliki pekerjaan sebagai penjaga mini market, lajang, tidak memiliki harta juga kemampuan spesial, pokoknya ketika pertama kali diperkenalkan, tampak sekali kehadiran Kenji tidak memiliki dampak apapun terhadap dunia. Tentu saja hal itu tidak seperti yang ia bayangkan ketika masih kecil dan remaja, dimana ia memiliki ambisi untuk menjadi pahlawan penyelamat dunia dan ingin berkarir sebagai rocker yang bisa mengubah dunia lewat karya-karyanya. Semua keinginan tersebut tentu tidak bisa direalisasikan dengan mudah oleh Kenji, sehingga mimpi-mimpi tersebut harus ia kubur dalam-dalam seiring bertambahnya usia dan memilih untuk menjalani hidup sebagai pria dewasa biasa pada umumnya. Hingga ia pun terlibat akan konspirasi besar-besaran yang menurutnya mampu mengancam dunia. Apa yang membuat Kenji terseret akan konspirasi tersebut adalah sang pelaku utama yang memiliki panggilan Tomodachi melaksanakan konspirasi nya persis seperti apa yang direncanakan oleh Kenji dan teman-temannya kala masih kecil. Siapa yang menyangka bila rencana asal-asalan dari anak kecil itu ternyata mampu terealisasi dan mampu mengancam keberlangsungan hidup manusia. Mengetahui kenyataan bila Tomodachi adalah salah satu teman masa kecil nya, Kenji pun tergerak untuk menghentikan konspirasi yang dilakukan Tomodachi. Konsep cerita yang begitu orisinil dan juga diceritakan begitu brilian oleh Naoki, belum lagi dengan kejutan-kejutannya kala narasi bergerak yang tidak hanya mampu menghenyakkan pembaca, namun juga terkandung akan makna dan pesan yang emosional. Kenji menjadi salah satu karakter favorit saya ya karena itu tadi, dirinya hanyalah pria dewasa biasa yang dulunya memiliki ambisi untuk mengubah dunia. Mimpi yang mungkin sama-sama kita punyai pada saat masih polos dan penuh semangat, namun karena kehidupan tidak lah selancar yang kita bayangkan, mimpi-mimpi kita harus dikubur dan lebih memilih menerima kenyataan. Suatu hal yang menyedihkan, namun itulah realita yang terjadi. Faktor ini yang membuat Kenji terasa dekat dengan pembaca, sehingga mudah sekali untuk mendukung Kenji dalam usahanya menyelamatkan dunia. Kehadirannya selalu dinanti oleh pembaca dan meninggalkan kesan luar biasa saat dirinya menghilang di pertengahan cerita. Setiap namanya menyeruak dalam tiap dialog-dialog yang dilakukan karakter-karakter lain untuk mengenang Kenji, pembaca mau tidak mau merasakan kerinduan juga. Dan yang terbaik adalah saat lagu ciptaan Kenji dimainkan oleh keponakannnya, Kana, selagi menceritakan Kenji, yang memaksa air mata saya mengalir. Gutalala Sutalala.. Gutalala Sutalala



5. Hiruma Yoichi (Eyeshield 21)




Pemeran utama animanga Eyeshield 21 adalah Kobayakawa Sena, seorang remaja biasa yang kerap menjadi pesuruh untuk teman-temannya, malah terlibat akan dunia American Football. Bagi saya, Sena bukanlah protagonist yang buruk, bahkan saya cenderung menyukainya. Tetapi, tentu sulit bagi dirinya untuk bersaing dengan karakter paling memorable dalam seri Eyeshield 21, siapa lagi kalau bukan Hiruma Yoichi. Saya yakin, sebagian besar penikmat Eyeshield 21 memiliki pendapat yang sama seperti saya, bila Hiruma adalah karakter terbaik dalam seri ini. Dari awal kemunculannya saja, Hiruma telah meninggalkan kesan yang dalam. Sosoknya yang seperti setan, selalu bicara kasar, his "YA-HA", kebiasaannya membawa senjata kemana-mana, otaknya yang CERDIK (cerdas dan licik), pemilik buku ancaman yang didalamnya berisi semua aib orang-orang yang ia kenal dan... ah, terlalu banyak ciri khas dari Hiruma yang membuat saya jatuh cinta dengan karakter ini. Kehadirannya begitu dinantikan sehingga bila dirinya absen dalam satu chapter saja, saya merasakan kehilangan yang sangat besar. Hiruma memang digambarkan sebagai pria yang menyeramkan dan juga sangat ambisius akan kemenangan (baginya, kemenangan adalah nomor satu dalam American Football), tetapi dibalik itu semua, Hiruma memiliki perhatian yang besar terhadap rekan-rekannya. Hal itu kerap ditunjukkan oleh sang writer, Riichiro Inagaki, seperti saat ia membantu Yukimitsu dalam ujian fisik penerimaan anggota Devil Bats dan yang cukup berkesan kala ia mulai menganggap "3 Bersaudara Ha-Ha-Ha" sebagai anggota remsi Devil Bats. Memang, karakter ini cukup komikal dan susah untuk diterima secara logika bila karakter ini ada di dunia nyata, tetapi dengan segala signature yang ia miliki, rasanya susah juga untuk tidak jatuh cinta dengan Hiruma.



4. Roronoa Zoro (One Piece)




Roronoa Zoro memang hanyalah berperan sebagai side kick dari Monkey D. Luffy, tetapi sering kali keberadaan Zoro lebih mencuri perhatian ketimbang sang kapten sendiri. Hal tersebut tidak terlepas dari betapa likable nya karakter ini. Begitu banyak alasan mengapa saya dan sebagian besar pecinta animanga One Piece mencintai karakter ini. Seperti aura badass yang terpancar dari dirinya, dan prinsip laki-laki serta pengguna pedang yang selalu ia pegang. Zoro digambarkan sebagai pria dewasa yang tenang, dan tidak terlalu sering berbicara, bahkan dirinya jarang sekali tertawa lepas. Namun, bukan berarti Zoro tidak memiliki momen konyol nya sendiri. Kelemahannya dalam membaca arah merupakan signature nya yang selalu menghibur, kemudian dirinya juga sering sekali terlibat akan funny moment nya One Piece. Baik itu dalam bentuk manga, ataupun anime, semuanya sukses tepat sasaran berkat karakterisasi dari Zoro. Silahkan cari video nya di youtube dengan keyword "Zoro Funny Moment", dan bersiaplah untuk tertawa. Bila membahas dalam anime, kredit lebih telah seharusnya diberikan kepada Kazuya Nakai sebagai seiyuu nya Zoro.



Dengan alasan-alasan tersebut, rasanya telah cukup untuk jatuh cinta pada karakter ini, tetapi ada satu faktor lagi mengapa Zoro layak masuk top 5 dalam list ini, yaitu hubungan subtil yang ia jalin dengan kru-kru lainnya. Sering sekali, Zoro menunjukkan perhatian yang kecil, namun bermakna terhadap teman-temannya. Tidak perlu saya sebutkan, lihat saja salah satu momen pada arc Long Ring Island ini . Sayang sekali memang, setelah time skip, karakter Zoro sedikit menjadi membosankan dan bertransformasi hanya menjadi karakter badass yang generic pada genre Shounen. Padahal, kekonyolan serta interaksi dengan karakter lainnya adalah salah satu alasan mengapa Zoro begitu dicintai (lihat juga yang ini). Belum lagi beberapa momen ikonik yang terjadi di sebelum time skip yang makin memantapkan Zoro sebagai wakil kapten di Mugiwara Pirates, seperti saat ia mencegah Luffy, Nami dan Chopper menjemput Ussop dan tentunya momen ikonik dirinya dengan Kuma.



3. Hanamichi "Tensai" Sakuragi (Slam Dunk)




Tinggi, besar, memiliki muka yang menyeramkan, lengkap dengan rambut merah nya yang menjadi ciri khas utama. Namanya adalah Hanamichi Sakuragi, pria kelas 1 SMA yang memiliki rekor menyedihkan ketika SMP, yaitu ditolak cintanya hingga 50 kali. Terakhir kali, ia ditolak dengan alasan dari si gadis sedang menyukai salah satu cowok atlit basket di SMP nya. Pengalaman pahit ini membuat Sakuragi sangat membenci dengan olahraga basket. Siapa yang menyangka bila di periode SMA nya, Sakuragi malah terlibat jauh dengan olahraga tersebut. Slam Dunk memang merupakan salah satu animanga yang bisa dibilang legendaris serta influental. Gara-gara karyanya Takehiko Inoue ini, olahraga basket sempat populer di negara Jepang, bahkan pada film You are the Apple of My Eyes, animanga ini sempat disebutkan. Salah satu faktor mengapa Slam Dunk begitu sukses dan digilai oleh penggemarnya adalah sama seperti Full Metal Alchemist: Brotherhood, hampir semua karakter di dalamnya sangat likable, baik itu Akagi, Miyagi, Mitsui, bahkan Rukawa yang menjadi rival terbesar nya sang tokoh utama, Sakuragi.



Tetapi tetap, diantara karakter-karakter hebat didalamnya, Sakuragi tetaplah yang paling mencuri perhatian. Kekonyolan dan kebodohannya, narsis tingkat tinggi yang selalu ditunjukkan, serta pengembangan karakter nya yang dari awal tidak terlalu perduli dengan basket, sehingga pada akhirnya dirinya menjadi jatuh cinta akan olahraga ini, telah menjadi alasan yang sangat kuat mengapa saya mencintai karakter ini. Saking berkesannya karakter ini, design karakter Sakuragi ditiru oleh Hiroshi Takahashi lewat manga Crows nya. Lewat semua kekonyolan yang diperlihatkan Sakuragi, mulai benih-benih kedekatan penikmat Slam Dunk dengan karakter ini, sehingga dalam setiap pertandingan, kita begitu ngebet ingin melihat Sakuragi paling tidak bisa berpengaruh dalam membantu kemenangan Shohoku. Karena itulah, setiap Sakuragi berhasil melakukan Slam Dunk (saat melawan Shoyo adalah contoh yang terbaik), kita tidak bisa untuk tidak ikut berteriak. Dan saat Sakuragi mengalami kegagalan, kita pun ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Sakuragi. Saking cintanya saya dengan karakter ini, setiap nama profil di aplikasi chatting saya menggunakan nama "Tensai", julukan Sakuragi terhadap dirinya sendiri.



2. Naruto Uzumaki (Naruto)




Rasanya tidak perlu saya jelaskan lagi mengapa saya sangat mencintai karakter ini dan menganggap dirinya adalah salah satu karakter fiksi yang berhasil menginspirasi saya. Cukup baca artikel ini saja. Saya sebenarnya ingin menempatkan Naruto pada posisi pertama, namun rasanya ada yang lebih layak untuk menempati posisi pertama dalam list ini. Dan karakter tersebut adalah...


1. Guts (Berserk)




Saya tantang kalian, karakter animanga mana yang memiliki kisah sepahit dan setragis Guts? Sejauh saya menikmati dunia animanga, belum ada satupun karakter yang setidaknya hampir menyamai kisah pedih yang dialami oleh Guts. Lahir dari wanita yang telah menjadi mayat, sempat mengalami kekerasan dan hanya mengerti akan dunia perang pada masa kecil nya, menjadi korban pelecehan seksual dan dikhianati oleh orang yang telah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri, yang memberikan luka yang sangat dalam untuk Guts sehingga ia memiliki permasalahan tersendiri dalam membangun kepercayaan dengan orang lain. Guts hanya mempercayai satu hal, yaitu pedang yang selalu menemaninya, baik ketika berperang bahkan kala tidur pun, Guts tidak pernah lepas dengan pedangnya. Kentaro Miura sangat teliti dalam menghadirkan cerita untuk karakter ini, bahkan kisah flashback nya pun dihadirkan dalam berpuluh-puluh chapter (Golden Age Arc) yang ditutupi dengan salah satu momen paling memorable serta what the fuck dalam sejarah animanga.




Namun, Miura menghadirkan momen gore serta berdarah-darah bukan tanpa tujuan berarti. Karena momen itulah, terjadi transisi cerita yang begitu besar pengaruhnya serta berdampak akan pengembangan karakter pada Guts. Berkat adanya momen yang berhasil hampir membuat saya kepikiran hingga satu minggu, penikmat Berserk akhirnya memahami mengapa Guts memiliki sifat yang kasar dan seolah antipati dengan keadaan sekitarnya. Pada Black Swordsman Arc, dimana hadir sebelum Golden Age Arc membuka tirainya, Guts bukanlah karakter yang menyenangkan. Ia begitu nikmat dalam membantai orang, bahkan dalam manganya, ia tidak begitu perduli dengan hidup seorang gadis kecil. Guts terlihat egois, kasar, dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Hingga kita diperlihatkan akan hal ini



Satu adegan yang membuat kita penasaran, sebenarnya apa yang terjadi dengan Guts. Dan saat kita telah mengetahuinya, kita bisa memahami dan malah berbalik mendukung atau bahkan mencintai karakter Guts. Apa yang telah Guts tempuh sangat lah berat, bahkan dari kelahirannya saja seolah keberadaannya tidak diinginkan oleh dunia, tetapi Guts menolak untuk menyerah. Semangat hidup luar biasa nya telah ia tunjukkan dari semenjak lahir. Mungkin hanya Guts lah yang mampu membuat saya tidak begitu keberatan melihat manusia biasa mampu mengayunkan pedang raksasa dengan mudahnya, sehingga mampu mengalahkan beberapa monster oleh dirinya, sendirian. Hal ini lah yang membuat saya merasa Guts layak untuk menempati nomor 1 dalam list tidak penting ini. Guts sangat layak untuk dijadikan role model bagi kalian yang memiliki kisah kehidupan yang tidak terlalu menyenangkan. Guts adalah tipe protagonist yang jarang sekali muncul, karena tidak perduli seberapa menariknya karakter villain yang muncul dalam Berserk, tetap saja kita ingin yang berdiri paling akhir adalah Guts. Kita ingin sekali Guts akhirnya mendapatkan kebahagiaan yang sangat layak ia dapatkan setelah semua kepahitan yang telah ia alami. Saat melihat sosok Guts, kita bagaikan melihat suatu karakter yang nyata, tepat berada disamping kita, bagaikan teman, kita ingin sekali membantunya melewati semua kesusahan yang ia alami. Dan this is my friends, the reason why I love this character so much. Saya juga yakin, saking kompleksnya karakter Guts, kita bisa membuat satu artikel panjang untuk dirinya seorang.





Akhirnya, selesai juga artikel yang saya buat dadakan ini. Mood menonton sedikit menghilang belakangan ini, namun rasanya sayang juga kalo saya tidak menulis apapun dalam blog, jadi ya inilah hasilnya. Semoga bisa memberikan hiburan bagi kalian yang membacanya. Untuk kalian yang penggemar animanga seperti saya, mari berdiskusi di kolom komentar, karakter animanga mana yang kalian paling sukai. Lumayan juga untuk saya mendapatkan referensi berbagai animanga dari kalian juga. Thanks for reading.





Thursday, 30 March 2017


Akhirnya, salah satu anime long running tersukses di dunia ini menutup kisahnya tepat pada episode Shippuden 500, dengan total 720 bila ditambahkan dengan episode prekuelnya, tepat pada 23 Maret 2017. Manga nya telah terlebih dahulu usai pada tahun 2014 dengan total 700 chapter yang dibagi dalam 73 volume. Sebuah perjalanan yang panjang, disertai dengan raihan kepopuleran masif di dunia, khususnya di Indonesia, yang mungkin hanya bisa disaingi oleh anime long running lainnya, One Piece. Menelurkan beberapa video game, tidak ketinggalan 11 film layar lebarnya yang tidak pernah mendapatkan kegagalan dalam meraih atensi penikmat animanga. Kepopuleran animanga Naruto juga menyentuh ke ranah fashion dimana dengan booming nya Naruto, style rambut harajuku menyebarkan virusnya ke seluruh dunia. Selain itu, kecakapan sang mastermind di balik kesuksesan Naruto, Masashi Kishimoto, dalam menyuntikkan karakterisasi yang dalam kepada setiap karakternya juga ternyata mampu menjadi inspirasi bagi sebagian orang, seperti karakter Naruto yang tak pantang menyerah, atau Hinata yang begitu setia dengan cinta yang diyakininya. Suatu pencapaian yang sulit untuk diikuti oleh animanga lainnya. Tetapi kepopuleran Naruto ini bagai kan duri di dalam daging, karena akibat saking populernya, tidak sedikit fans animanga-animanga lainnya merasakan bahwa Naruto kurang layak untuk mendapatkan kepopuleran tersebut, sehingga menjadikan Naruto mendapatkan barisan jumlah haters yang cukup banyak. Mereka mengatakan Naruto overrated lah, ceritanya mengada-ngada, karakter utamanya terlalu one dimensional, dan berbagai macam komentar yang intinya mengatakan Naruto itu merupakan seri yang buruk. Apakah benar? Bisa iya, bisa tidak. 

Saya merupakan salah satu dari sekian banyak penggemar Naruto yang mengikuti kisahnya dari awal. Saya mengikuti manga dan juga animenya, maka bisa dibilang, saya tumbuh besar dengan serial Naruto, yang tentu saja antara saya dengan Naruto memiliki ikatan emosional sendiri, dan kala membicarakan Naruto atau menonton ulang episode-episode jadul Naruto di masa sekarang, saya merasakan nostalgia yang tidak jarang memberikan rasa haru. Akan selalu terkenang ketika harus beberapa kali memendam rasa kecewa setiap saat tidak bisa menonton Naruto, dan juga rela menabung demi satu buah komik Naruto serta membaca per chapter nya dengan rasa begitu sayang untuk segera dihabiskan. Semua kenangan itu tidak akan pernah terlupa. Bila ditanya apa animanga favorit saya sepanjang masa, jawaban saya pasti tetap Naruto, tidak akan pernah berubah. Namun bukan berarti pula saya menjadi bias bila harus memberikan komentar objektif pada Naruto. Oleh sebab itu, pada ulasan ini yang saya jadikan sebagai bentuk penghormatan untuk pahlawan masa kecil saya ini, saya akan membahas poin-poin positif dan negatif mengenai animanga Naruto. Tidak hanya itu, untuk kembali mengenang Naruto, saya akan berbagi kepada kalian seperti karakter favorit, arc terfavorit, dan pertarungan favorit versi saya.


Up


1. From Zero to Hero



Dalam petualangan awalnya, Monkey D. Luffy telah mampu mengalahkan beberapa nama bajak laut yang sebenarnya jauh lebih pengalaman dibanding dirinya, yang menunjukkan bila karakter Luffy memiliki kekuatan di atas normal manusia. Ichigo Kurosaki juga menunjukkan bakatnya sebagai ksatria shinigami yang berbakat dengan kemampuannya. Natsu Dragnel pada beberapa puluh chapter awal telah memperlihatkan superior nya ketika harus berhadapan dengan antagonist utama di tiap arc awal nya. Lalu, bagaimana dengan karakter Naruto? Masashi Kishimoto memulai nya dengan benar-benar dari awal, dari Naruto yang tidak memiliki kemampuan apapun untuk menjadi ninja (bahkan dirinya kesulitan untuk mengikuti ujian kelulusan menjadi genin), selalu berbuat onar, yang membuat keberadaannya tidak diakui, hingga menjadi pahlawan besar dan berhasil mewujudkan mimpinya menjadi hokage Konoha. Bagi saya, keputusan Kishimoto ini merupakan langkah yang tepat. Naruto mendapatkan semua kekuatan yang dimilikinya melalui latihan, pengalaman, tidak langsung tiba-tiba saja power ups lalu mengalahkan musuh-musuhnya, sehingga membuat pencapaian yang didapatkan Naruto, sekecil apapun, selalu memiliki arti yang dalam. Kita bukan lagi menyaksikan karakter di dalam cerita, namun bagaikan melihat kisah perjalanan biografi seseorang dalam mencapai impiannya. Tidak salah bila banyak penikmat Naruto yang mendapatkan inspirasi kala menyaksikan perjalanan panjang Naruto.


2. Well Written Story



Cerita merupakan fondasi awal dari hasil akhir sebuah film, novel, dan tidak terlepas animanga, dan Naruto memiliki cerita yang terus berkembang dari awal, dan semakin kompleks. Lebih hebatnya lagi adalah walau penceritaannya melebar, fokus penceritaan tetaplah perjalanan Naruto dan juga kehidupan seorang ninja. Kishimoto pun tidak terburu-buru dalam melebarkan storyline nya. Ia perlahan-lahan dengan memanfaatkan episodenya yang panjang untuk memupuk cerita-cerita yang mungkin akan berguna dimasukkan di arc selanjutnya. Belum lagi beberapa twist nya yang sebelumnya sempat di beri tease atau clue, seperti twist mengenai masa lalu Itachi. Masih ada plot hole (terutama akan kemunculan Kaguya), tetapi secara keseluruhan, Kishimoto telah merangkai ceritanya dengan cukup brilian.


3. Great Characters



Apa yang menjadi faktor klasifikasi untuk menentukan karakter yang bagus? Saya hanya cukup satu jawaban, mereka memiliki signature nya masing-masing sehingga tidak mudah terlupakan, dan sudah hal yang lumrah bila dalam animanga, selalu saja tercipta karakter-karakter yang memiliki ciri khas yang unik. Hampir setiap karakter yang, termasuk side kick nya sekalipun memiliki kebiasaannya tersendiri. Tidak cukup dari kebiasaan karakternya, Kishimoto juga tidak ketinggalan menggambarkan character design yang mudah diingat. Percayalah, mudah bagi saya untuk mendeskripsikan semua karakter, baik major ataupun minor karakter yang ada di dalam Naruto. "Danzo itu yang mana sih?", orang tua yang matanya selalu tertutup dan juga badannya dipenuhi oleh perban putih. "Eh, eh, kalo Hidan itu seperti apa?", Laki-laki yang selalu membawa sabit raksasa di pundaknya dan juga dia tidak bisa mati!! Tidak hanya itu, selain Sakura, para karakter utama memiliki backstory yang mengagumkan. Memang, tidak pernah jauh kematian dari orang-orang yang disayangi, tetapi bukannya dengan backstory semacam itu yang mudah membuat kita perduli dengan karakternya?


4. Beautiful story about "Never-give-up-on-your-dreams" stuff.



Animanga Naruto juga tidak berbeda dengan animanga bergenre shounen lainnya yang menceritakan karakter-karakter utama mengejar impiannya, dan pastinya banyak tembok-tembok penghalang yang tampak begitu menggoda karakternya untuk segera menyerah akan impiannya. Bila membahas hal ini dalam animanga Naruto, jelas karakter seperti Naruto dan Rock Lee terlintas di benak dan membuktikan akan begitu indah juga tragis secara bersamaan cerita yang telah dihasilkan Kishimoto. Naruto memiliki masa lalu yang kelam mengenai rasa kesepiannya, dirinya yang senantiasa dijauhi oleh penduduk desa, termasuk teman satu akademinya, yang membuat Naruto bersedia melakukan hal apapun hanya demi mendapatkan perhatian dari penduduk desa. Namun, Naruto tidak mau kalah dengan keadaan. Ia terus berusaha, berlatih untuk menjadi ninja yang hebat, dimana mungkin saja latihan yang ia lakukan tiap hari tersebut hanya untuk pelarian dari luka yang ia rasakan. Karakter Rock Lee pun tidak kalah mengenaskan bila membicarakan masa kecilnya. Rock Lee tidak bisa melakukan hal wajib no. 1 untuk menjadi ninja, yaitu mengeluarkan chakra. Ketidakmampuannya dalam mengeluarkan chakra tentu menjadi kekurangannya yang paling fatal untuk menjadi ninja, mengakibatkan Lee tidak bisa menguasai Ninjutsu maupun Genjutsu. Karena itu, untuk tidak menyerah dalam impiannya menjadi ninja, Rock Lee mati-matian untuk menguasai taijutsu, sebuah teknik ninja yang tidak memerlukan chakra ketika melakukannya. Rock Lee berlatih dengan keras, sehingga gurunya sendiri menobatkan Lee sebagai jenius dalam bekerja keras. Backstory dari kedua karakter ini bukan hanya relate kepada penikmat animanga, namun juga ditulis dengan begitu indahnya oleh Kishimoto yang tak jarang mengundang air mata setiap cerita masa lalu mereka diceritakan walau hanya sekilas di beberapa momen. Momen favorit saya salah satunya ketika Lee seakan ingin menyerah dari kerja kerasnya yang telah ia lakukan disebabkan ia masih tidak mampu mengalahkan teman sekaligus rivalnya, Neji Hyuuga. Momen itu diselipkan dalam sebuah pertarungan nya melawan Gaara yang tak hanya dinobatkan sebagai salah satu pertarungan terbaik dalam seri Naruto, namun juga pertarungan yang paling melibatkan emosi, apalagi ending nya yang tragis. One of the most strongest aspect in Naruto.


5. Memorable Jutsu/Power



Saya yakin bila kalian ditanya apa jutsu/power favorit kalian, pasti jawabannya akan berbeda-beda. Bukan karena jutsu nya terlalu banyak, tetapi jutsu yang ada di Naruto sebagian besar mudah diingat. Semua itu tidak terlepas dari keren nya desain setiap jutsu/power, tetapi Kishimoto tahu benar bagaimana memperkenalkan setiap jutsu/power utama, seperti sharingan yang melakukan debutnya saat Kakashi melawan Zabuza. Sharingan sendiri mungkin adalah salah satu kekuatan paling populer hingga sekarang, dan menjadi satu dari sekian banyak trademark dari serial Naruto. 


6. Trying to Realistic



Ya, ya, sulit memang untuk membicarakan hal realistis dalam setiap cerita animanga, terutama animanga yang menyentuh dunia fantasi atau supernatural layaknya Naruto. Tetapi paling tidak, Kishimoto telah berusaha untuk membuat cerita yang ada di Naruto bisa diterima logika. Yang paling saya suka adalah bagaimana Kishimoto tidak membiarkan karakternya terlalu mendapatkan damage yang berlebihan dalam pertempuran. Memang, di sisi lain hal ini mengakibatkan jutsu yang keluar kala bertarung tidak sering terlihat impact nya, tetapi di satu sisi keputusan tersebut menjadikan jutsu/power yang ada terlihat menakutkan yang mampu mengakibatkan kematian kepada karakternya. Kritik terbesar saya kepada animanga populer lainnya seperti One Piece, Fairy Tail, terutama Bleach adalah bagaimana karakter-karakternya begitu banyak menerima serangan mematikan, namun tetap saja masih menghembuskan nafas. Kishimoto menyadari ini, sehingga setiap serangan yang dilontarkan karakternya saat bertarung memiliki ancaman, sekecil apapun berkat keputusan Kishimoto ini. Satu tusukan kunai saja mampu membunuh karakternya bila ditusuk tepat pada bagian vital. Mungkin saya minoritas, tetapi bagi saya ini adalah kelebihan dalam cerita Naruto yang layak di ungkapkan.


7. Soundtrack



Terutama prekuel nya, banyak sekali opening-ending soundtrack yang tak mudah terlupakan dan sempat populer  di masanya, seperti Harukakanata, Wind, Nakushita Kotoba, Go, dan banyak lagi. Favorit saya sendiri adalah Alive yang ditaruh di ending credit nya. Di Shippuden walau tidak terlalu memorable seperti prekuelnya, masih ada beberapa opening soundtrack yang membekas seperti Blue Bird, Hero's Come Back, Closer dan yang terbaik, Sign dari Flow. Sedangkan soundtrack yang diselipkan dalam ceritanya juga turut membantu mengkatrol kadar emosional penceritaan, baik kala momen sedih maupun semangat karakternya. 


8. So many memorable Quotes



Tidak terelakkan lagi bila animanga Naruto memiliki segudang kutipan-kutipan yang selalu teringat, seperti "Masa depanmu adalah kematian", "Tidak ada yang mampu mengalahkan kesepian", "Lebih baik kau tidak menungguku untuk menyerah" , "Sakit, tapi tidak berdarah", dan quote fenomenal dari Obito (kalian telah tahu kan yang mana). So, lemme ask you, what's your favorite quotes from Naruto franchise?


9. Sometimes, Talk No Jutsu really works.



Talk no jutsu sendiri merupakan sindirian dari penggemar animanga untuk karakter Naruto yang sering menyudahi pertarungannya melalui berbicara dengan musuhnya. Walau memang ini salah satu olok-olokan populer dari para haters, tetapi bagi saya Talk no jutsu memiliki momen-momennya sendiri yang membuat scene yang ada lebih emosional, seperti debutnya Talk no jutsu yang Naruto keluarkan kepada Zabuza (trust me, it was makes me cried, a lot), ucapan Naruto kepada Gaara di akhir pertempuran, dan favorit saya ketika dirinya berkonfrontasi dengan Nagato. 
Berikut sepenggal dialog yang diutarakan Naruto untuk Zabuza
Naruto : "Dia (Haku) itu... Dia itu benar-benar menyukaimu (Zabuza), tahu! Sangat menyukaimu..! Tapi kau?! Apa kau tak merasakan apapun?! Apa kau.. Apa kau benar-benar tak merasakan apapun?! Apa kalau sudah jadi kuat sepertimu benar-benar seperti itu jadinya?! Demi kau, dia mengorbankan nyawanya! Tanpa mempedulikan cita-citanya sendiri! Mati hanya sebagai alat! Hal itu.. Hal itu terlalu menyakitkan..

Mau tahu reaksi Zabuza?



Percayalah, ekspresi Zabuza ini sedikit banyak menggambarkan ekspresi saya kala menyaksikan momen ini untuk pertama kali.

10. Memorable Moments



Layaknya quote-quote nya, Naruto juga memiliki banyak sekali momen yang tidak mudah dilupakan. Seperti kerja sama pertama kali Naruto dan Sasuke, Naruto mendapatkan ikat kepala, Naruto mengalahkan Neji dan masih banyak sekali yang saya yakini menjadi favorit bagi penggemar animanga Naruto.


Downs


1. Filler



Yap, satu kata dan berhasil menjadi satu alasan mengapa saya tidak terlalu betah dengan anime nya. Pada awalnya, filler yang ada tidak lah terlalu mengganggu dan hanya dipakai seperlunya saja. Namun ketika memasuki Shippuden, ternyata episode filler ini seolah menjadi pusat penceritaan pula. Jumlah episode nya pun semakin banyak, sehingga untuk saya yang mengikuti pula manga nya, keberadaan filler ini sangat mengganggu. Hingga pada puncaknya ketika momen Genjutsu Tsuki No Me dipakai Madara, yang turut pula menjadi awal dari perjalanan filler yang membosankan. Mungkin ada satu tahun penuh, Shippuden hanya menampilkan episode filler. Boleh saja menjadikan Naruto sebagai franchise pengeruk keuntungan, namun bila terlalu banyak filler juga itu turut mencoreng kualitas dan cerita Naruto menjadi terlalu luas dan membingungkan. 


2. Sasuke Uchiha



Sasuke Uchiha merupakan karakter favorit dari sang mangaka tersendiri. Hal itu pun tampak pula dari penceritaan dimana begitu banyak "special treatment" untuk Sasuke. Seperti Sasuke yang mampu mengalahkan beberapa nama besar, termasuk anggota Akatsuki, melawan 5 kage sekaligus dan menjadi karakter overpower di akhir-akhir cerita Naruto. Perlakuan spesial untuk Sasuke ini diperparah pula akan karakterisasi Sasuke di sekuel Shippuden yang semakin menyebalkan. Kishimoto meniati Sasuke ini menjadi karakter anti hero, tetapi bukannya menjadi antihero yang keren, malah Sasuke jatuhnya menjadi karakter yang labil dan tidak tahu tujuan utamanya apa.


3. Useless Conversation in Middle of the Fight


Mungkin tidak hanya Naruto yang memiliki percakapan yang tidak perlu di tengah pertarungan, namun sayangnya Naruto menjadi contoh yang buruk bagaimana sebuah "take a deep breath" moment tersebut merusak pacing di dalam pertempuran. Contoh? Lihat saja arc Fourth Great War Shinobi, lihat begitu hancurnya pacing yang ada akibat banyaknya percakapan di tengah pertempuran. Apa yang membuat Rock Lee vs Gaara superior? Karena hampir sepenuhnya durasi diisi dengan action. Memang masih ada flashback, tetapi flashback tersebut mampu menambah kadar emosional dalam pertarungan dan menjadi perkembangan karakter sendiri untuk Gaara.


4. The Kunoichi Characters



Selain filler nya yang terlalu banyak dan sering datang disaat yang tidak tepat, kritik terbesar akan animanga Naruto adalah perlakuan Kishimoto dalam mengkaraktersisasi karakter-karakter perempuannya. Sakura disematkan sebagai karakter paling menyebalkan dalam seri Naruto bukan tanpa alasan, Tenten yang merupakan karakter wanita favorit dari Kishimoto pun tidak mendapatkan sediktipun pendalaman karakter, Karin hanya lah Sasuke fan-girl with tsundere thing. Ino pun bernasib sama seperti Sakura. Shizune yang kurang tergali dan hanya diperlihatkan sebagai pendamping Tsunade. Tidak semua memang karakter perempuan yang ada memiliki karakterisasi yang buruk, seperti misal Hinata yang memiliki backstory mengenai diskriminasi yang ia terima dalam lingkungan keluarga Hyuuga dan momen Hinata menantang Pain merupakan highlight tersendiri di Pain Invasion arc, Tsunade yang kehilangan dua orang yang paling disayanginya dan Temari sebagai kunoichi badass. Kushina pun berhasil menjadi salah satu karakter ibu terbaik dalam dunia animanga, tetapi tidak dipungkiri memang kurangnya pendalaman terhadap karakter perempuan lainnya sedikit menodai animanga Naruto. Yah, paling tidak Kishimoto tidak menjadikan karakter-karakter perempuannya sebagai fanservice belaka. (*cough* Fairy Tail *cough)


5. Mega Spoiler from movies



Entah apa yang ada di pikiran pihak produksi anime Naruto untuk meluncurkan dua movie yang menceritakan kehidupan Naruto setelah kehidupan perang, di saat kisah anime nya sendiri bahkan menceritakan filler nya sendiri belum selesai. Hal ini membuat penonton kasual telah kehilangan alasan utama mereka mengikuti kisah anime Naruto. Lah, di movie nya udah diceritain Naruto akan nikah sama Hinata dan menjadi Hokage, untuk apa mereka masih mengikut anime Naruto yang seolah-olah terasa diulur-ulur ceritanya? Salah satu keputusan fatal dari pihak produksi, selain menambah episode-episode Shippuden dengan filler nya.


6. Kaguya Otsotsuki



Mengapa Madara Uchiha merupakan final villain sempurna untuk animanga Naruto? Karena build up yang ada dimana nama nya selalu menyeruak ke permukaan dalam berbagai kesempatan, yang membuat para penikmat Naruto percaya, Madara Uchiha adalah "bos terakhir". Tetapi apa yang terjadi selanjutnya menjadi kekecewaan karena karakter hebat satu ini hanya dijadikan jembatan untuk menghadirkan final villain sebenarnya, yaitu Kaguya Otsotsuki. Tidak perduli betapa hebatnya Kaguya, tetap saja keberadaannya terlalu tiba-tiba, tanpa build up yang panjang, namanya hanya hadir saat karakter Rikudo muncul. Sulit untuk menganggap Kaguya sebagai final villain yang meyakinkan tanpa itu semua. Tidak salah bila banyak menganggap dihadirkannya Kaguya hanya sebagai wadah untuk memperpanjang cerita.


Mix

The Rivalry (or Bond) Between Naruto and Sasuke



Sebenarnya sebelum memasuki Shippuden, hubungan pertemanan antara Naruto dan Sasuke ditulis dengan baik oleh Kishimoto. Banyak momen terjadi yang menunjukkan love-hate relationship Naruto-Sasuke yang membuat penonton perduli untuk mengikuti kisah rival mereka sehingga keputusan Naruto untuk menghentikan Sasuke di akhir prekuel nya bisa dimengerti. Namun kala memasuki Shippuden, niat Naruto untuk menyelamatkan Sasuke terkesan menjadi sebuah obsesi berlebihan dari Naruto yang tentu saja sedikit menodai karakterisasi seorang Naruto. Ditambah lagi kelabilan seorang Sasuke yang membuatnya menjadi karakter paling menyebalkan versi saya. Oh, tidak lupa juga backstory mengenai takdir atau reinkarnasi segala macamnya yang merusak kisah rival ini.


Top 10 Favorite Characters

Telah saya nyatakan sebelumnya bila salah satu poin positif yang dimiliki animanga Naruto adalah dipenuhi dengan karakter-karakter yang hebat. Memilih 10 karakter favorit dari begitu banyaknya karakter memorable tentu bukan pekerjaan yang mudah, tetapi di bawah ini adalah versi saya. Bila karakter pilihan kamu tidak ada di dalam list, mari silahkan share di post komentar :D

10. Orochimaru



Salah satu main villain yang sayangnya harus berakhir dengan kekecewaan karena Kishimoto merubahnya menjadi karakter baik. Orochimaru sebenarnya tidak memerlukan itu, karena Orochimaru di prekuel nya telah sempurna sebagai salah satu shinobi yang sulit dikalahkan, memiliki strategi yang jenius setiap melaksanakan aksinya, sehingga mudah bagi penikmat Naruto meyakini bila Orochimaru tetap menjadi karakter main villain di akhir seri.

09. Neji Hyuuga



Sayang sekali keberanian Kishimoto dalam "melenyapkan" Neji Hyuuga harus diterima dengan pahit bagi sebagian besar fans Naruto, termasuk saya. Dengan backstory nya yang memilukan serta kekuatan yang dimilikinya, Neji layak mendapatkan kebahagiaan setelah perang panjang dan menjalani hidup di dunia shinobi yang damai. Untung saja spin off animanga Naruto yaitu Naruto SD setidaknya cukup bisa mengobati kerinduan dengan karakter ini.

08. Hidan



Banyak sekali karakter di dalam Naruto yang memiliki backstory, termasuk karakter villainnya. Dalam anggota akatsuki, hanya Hidan dan Kakuzu yang tidak memiliki hal itu, dan sebenarnya animanga Naruto sangat membutuhkan karakter villain yang tidak diketahui motivasinya, they don't give a damn, just wanna kill because it's fun. Hidan hanya diceritakan bila dirinya tidak bisa mati, dan melakukan ritual sesaat setelah membunuh mangsanya. Hal ini lah yang membuat Hidan menjelma sebagai karakter villain yang keren, terlepas dari keistimewaan kekuatannya.

07. Hinata Hyuuga



Bila harus memilih, siapa simbol friendzone dalam serial Naruto? Mudah sekali menjawabnya, siapa lagi bila bukan Hinata. Banyaknya penggemar menobatkan pasangan Naruto-Hinata sebagai pasangan yang terbaik sebagian besar karena cerita Hinata yang diam-diam mengagumi Naruto. Hinata memiliki alasan kuat untuk mengagumi Naruto, dan usahanya untuk layak berada di sisi Naruto sangat lah indah. Seandainya saja treatment Kishimoto terhadap Hinata juga ia berlakukan untuk karakter wanita lainnya, mungkin tidak akan ada lagi keluhan mengapa Kishimoto seperti menyia-nyiakan para kunoichi nya.

06. Shikamaru Nara



Boleh saja menganggap Shikamaru adalah karakter pria terlemah di seangkatannya, namun bukan berarti pula Shikamaru menjelma sebagai shinobi yang mudah di kalahkan. Jutsu nya yang sederhana yaitu mengendalikan bayangan telah lebih dari cukup untuk karakter yang memiliki IQ 200 seperti Shikamaru. Dirinya menjadi satu-satunya shinobi seangkatannya lulus ujian chunin bukan tanpa alasan, karena kemampuannya yang cepat menganalisis di tengah kondisi pertarungan telah cukup untuk membuat seorang hokage ketiga terkesan.

05. Minato Namikaze



Screen time yang dimiliki Minato mungkin bisa dibilang cukup minim, tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk membuat karakter Minato sangat likeable. Menurut saya, Minato merupakan satu dari beberapa karakter yang memiliki desain karakter terbaik di animanga Naruto. Dengan rambut kuning yang lebat, kharismanya sebagai pemimpin, ditambah jutsunya yang mengutamakan kecepatan telah cukup menjadi alasan yang kuat bagi saya untuk menobatkan Minato sebagai karakter favorit. Tidak hanya itu, sifatnya yang unik dimana Minato selalu memberikan jutsu baru dengan nama panjang menambah keunikan karakter Minato. Minato juga membuktikan bila karakter bisa mendapatkan label keren tanpa harus pelit akan senyum.


04. Jiraiya



Incredibly hillarious, one of the most strongest, wiseman, likeable and the pervert character. Semuanya bisa Anda temukan dalam satu karakter yaitu Jiraiya. Kematiannya menjadi salah satu momen paling menyedihkan dalam dunia animanga bukan tanpa alasan. Sosoknya bagaikan seorang ayah bagi Naruto, dan tidak heran bila Naruto mengaguminya. Sebuah ironi adalah bagaimana karakter hebat ini merasa dirinya merupakan shinobi gagal karena penyesalannya tidak mampu menghentikan Orochimaru, gagal menyelamatkan Minato sehingga ia tidak mau menerima gelar Hokage. Padahal pengaruh Jiraiya begitu kental berkat jalan ninjanya yang ia utarakan kepada Naruto untuk meneguhkan hati Naruto bila dunia shinobi tanpa kebencian masih mungkin terjadi.


03. Kakashi Hatake



Kakashi Hatake adalah guru idaman bagi semua murid, termasuk saya. Hey, tidak semua guru bisa terlihat keren, begitu perduli dan mempercayai muridnya, sekaligus memiliki kemampuan yang hebat. Sempat memiliki prinsip yang salah kala masih mengemban gelar jonin akibat tragedi yang menimpa ayahnya, Kakashi akhirnya menemukan peran nya sendiri sebagai shinobi Konoha. Andai dirinya memiliki chakra sedikit banyak saja mungkin Kakashi mampu menandingi Madara Uchiha karena seperti yang Naruto bilang, Kakashi merupakan shinobi yang memiliki kemampuan paling lengkap dari desa Konoha. Dan hei, dia merupakan satu-satunya penggemar karya Jiraiya..!


02. Naruto Uzumaki



My childhood hero. Tidak akan ada yang menyalahkan dirinya bila Naruto tenggelam ke dalam kegelapan layaknya Nagato saat kita mengetahui betapa pahitnya masa kecil yang dialami. Namun, Naruto tetap percaya akan impiannya, yaitu untuk menjadi hokage yang diakui oleh semua orang. Itulah yang membuat karakter ini saya nobatkan sebagai pahlawan masa kecil. Okay, maybe he's the chosen one, he's got powerful chakra because kyubi inside of him, tetapi usahanya untuk mendapatkan kekuatan seperti sekarang benar-benar dari nol. Dari anak kecil yang sering berbuat onar hanya untuk mendapatkan perhatian, tiada satu bola mata pun yang sudi melihatnya, bertransformasi menjadi shinobi yang paling diandalkan, disematkan sebagai pahlawan perang dan akhirnya menjadi hokage seperti yang diimpikannya. Naruto mendapatkan semua itu dengan latihan, kerja keras dan bermacam penderitaan yang menggodanya untuk berhenti di tengah jalan. I don't give a damn what people said, but I think Naruto is the best main protagonist in animanga history. Nuff said.


01. Itachi Uchiha



Oh, ayolah, kalian tahu pasti nama inilah yang akan menjadi karakter terfavorit saya di dunia animanga Naruto. His baackstory just legendary. Tragic like Shakespeare's story, plus in my opinion, he's the strongest characters in Naruto. Itachi mendedikasikan seluruh hidupnya hanya demi kedamaian desa dan untuk adiknya, Sasuke Uchha. Tidak usah malu untuk meneteskan air mata kala kebenaran Itachi terungkap, karena saya pun juga mengalami hal yang sama. Sial, bahkan mengingat kembali cerita Itachi kembali menggoda saya untuk kembali mengeluarkan air mata. Bahkan saat dirinya dibangkitkan dalam mode Edo Tensei pun, Itachi masih mengorbankan dirinya demi kedamaian dunia Shinobi. Yang membuat ironis adalah tidak ada satu orang pun selain Naruto, Sasuke atau mungkin Kabuto tahu bila Itachi merupakan seorang pahlawan.



My Top 5 Story Arc from Naruto

Masing-masing story arc yang ada di Naruto secara keseluruhan memang mengalami Up and Downs nya tersendiri. Ada arc yang begitu stand out, tetapi ada juga juga arc yang tidak memiliki kesan sama sekali dan sekedar lewat saja. Dan di bawah ini adalah 5 story arc yang menurut saya paling berkesan dan berpengaruh dalam perkembangan cerita Naruto.


5. Land of Wave Arc



Bosan dengan misi-misi kacangan yang didapatnya dari hokage ketiga, Naruto pun merasa cukup dan ingin mendapatkan misi yang lebih menantang. Hokage ketiga pun mengabulkan keinginan Naruto dan memberikan misi tingkat C kepada Tim 7, yaitu menjaga Tazuna sampai ke tujuannya yaitu Negara Nami. Seluruh anggota Tim 7 sama sekali tidak mengetahui bila Tazuna merupakan orang buruan Gato, pengusaha kejam yang ingin menguasai negara Nami. Gato mengutus shinobi yang mampu menandingi Kakashi, yaitu Zabuza Momochi untuk mengincar kepala Tazuna. Dalam arc ini, begitu banyak yang menjadi fondasi untuk cerita-cerita Naruto selanjutnya. Seperti pengalaman pertama Naruto menghadapi musuh yang hebat, pembelajaran untuk dirinya yang akan terus diingat Naruto dan tidak lupa hubungan pertemanannya dengan Sasuke yang semakin dekat. Kishimoto pun cemerlang dalam menaruh beberapa comedy relief nya di momen-momen yang tepat.
Most Memorable Moment: Naruto rage moment


4. Sasuke Recovery Mission Arc



Merasa kekuatannya tidak mengalami peningkatan, Sasuke memutuskan untuk menerima undangan Orochimaru untuk datang ke tempatnya. Naruto tentu saja tidak menerima begitu saja keputusan Sasuke tersebut. Dengan anggota genin lainnya yaitu Neji, Kiba, Choji yang diketuai Shikamaru yang baru saja mendapatkan gelar Chunin, Naruto pun berusaha menyusul Sasuke. Namun usaha mereka terhalang oleh anak buah Orochimaru yang memiliki kekuatan selevel jonin. Pada arc ini kita diberikan kesempatan untuk melihat lebih jauh kemampuan masing-masing teman seangkatan Naruto, dan diantaranya mungkin pertarungan Neji yang lebih meninggalkan kesan. Sebagai penutup, dream fight antara Naruto vs Sasuke pun akhirnya terjadi.
Most Memorable Moment: Naruto vs Sasuke


3. Itachi Pursuit Arc



Sasuke yang baru saja mengalahkan Orochimaru segera mengambil tindakan untuk kembali mengejar Itachi. Deidara dan Tobi yang mencoba menghentikan Sasuke pun akhirnya menemui jalan buntu dengan Deidara mengorbankan dirinya sendiri. Di lain sisi, Naruto beserta teman-temannya juga mencari Itachi karena menyadari tujuan utama Sasuke adalah Itachi. Arc ini sedikit kehilangan momennya pada awal permulaan. Namun ketika sosok sebenarnya Tobi akhirnya terungkap, tensi cerita mulai menaik. Dan mencapai puncaknya ketika kita disuguhkan dua pertarungan besar yang terjadi dalam satu arc, yaitu Jiraiya vs Pain dan Sasuke vs Itachi. Tidak hanya itu, sebagai epilog, cerita tragis mengenai Itachi pun akhirnya terungkap.
Most Memorable Moment: "Yuruse Sasuke… …Kore de saigo da" *sobbing*


2. Chunin Exams Arc



Salah satu arc terpanjang dalam animanga Naruto dan Kishimoto dengan brilian memanfaatkannya. Kishimoto secara tepat menggali lebih dalam karakter-karakter seperti Neji, Hinata, atau pun Rock Lee. Seperti Land of Wave Arc, dalam arc ini juga kembali terdapat beberapa momen yang menjadi fondasi awal menuju cerita yang lebih luas di dunia Naruto. Gimmick Turnamen nya juga dimanfaatkan dengan betul oleh Kishimoto lewat one on one fight nya yang mungkin akan paling dikenang adalah Rock Lee vs Gaara yang brilian itu. Arc ini juga mengenalkan kita kepada karakter Jiraiya dan juga kehebatan Orochimaru yang sebenarnya layak untuk menjadi final main villain di dunia Naruto. Oh, tidak lupa juga kehebatan Naruto dalam perlawanannya melawan Gaara.
Most Memorable Moment: Naruto's tears for Gaara's despair

1. Pain Invasion Arc



Yap, inilah arc terfavorit saya dan saya juga yakin sebagian besar dari kalian juga memiliki jawaban yang sama. Menurut saya, storyline untuk arc yang satu ini mendekati sempurna. Pain Invasion Arc tidak hanya menyuguhkan kisah pembalasan dendam Naruto, tetapi juga berhasil menjadi jembatan untuk pendalaman karakter Naruto, dimana Naruto diberikan pilihan sulit ketika berhadapan dengan Pain/Nagato.  Melihat Konoha hancur berkeping-keping, juga beberapa karakter penting tewas menjadikannya sebagai build up sempurna untuk pertarungan Naruto vs Pain. Dan untuk pertama kalinya semenjak Shippuden, Naruto kembali menjadi fokus utama penceritaan yang membuatnya jauh terasa lebih spesial. Ide mengenai buku perdana dari Jiraiya sebagai penentu dari jawaban Naruto kepada Nagato juga menunjukkan betapa briliannya Kishimoto dalam menulis cerita. Akhir cerita Pain Invasion pun tampak bagaikan akhir kisah dari petualangan Naruto yang akhirnya diakui oleh para penduduk desa dan menjadi pahlawan bagi mereka.
Most Memorable Moment: They finally acknowledge Naruto..!!

My Top 10 Fight in Naruto

Dalam animanga bergenre Shounen, telah menjadi hal yang wajar bila di dalamnya terdapat berbagai pertarungan yang melibatkan karakter-karakter penting, dan Naruto pun seperti itu. Berikut adalah 10 pertarungan yang paling berkesan bagi saya.

10. Naruto vs Sandaime Raikage



Memang pertarungan ini berlangsung cukup singkat, tetapi hal itu telah cukup membuktikan bila Naruto merupakan shinobi penuh kejutan no.1. Dengan informasi yang diberikan Hachibi, Naruto berhasil mengalahkan salah satu kage terkuat di dalam sejarah dengan cara yang mungkin hanya dapat terpikirkan oleh Naruto.


09. Neji vs Kidomaru



Salah satu bukti bila pertarungan yang cukup didominasi oleh taktik sebenarnya tidak sepenuhnya membosankan. Neji sadar apabila Kidomaru terlalu kuat baginya sehingga ia menggunakan taktik untuk setidaknya mengimbangi Kidomaru, sedangkan Kidomaru merasa cukup kesulitan dengan kemampuan penglihatan Neji yang hampir tidak memiliki titik buta. Keduanya saling berperang strategi untuk segera melancarkan serangan mematikan. Neji pun akhirnya mampu mengalahkan Kidomaru walau harus mempertaruhkan nyawanya.


08. Team 7 vs Zabuza & Haku



Walau sempat dikalahkan dalam pertarungan pertama mereka, Zabuza tidak lantas kapok untuk berhadapan kembali dengan Kakashi. Kali ini, bersama Haku yang meladeni dua murid Kakashi, Sasuke dan Naruto. Zabuza dan Haku berhasil memojokkan ketiga nya berkat kemampuan Haku yang membahayakan nyawa Sasuke dan Naruto. Zabuza pun menyulitkan Kakashi berkat kemampuan silent killing nya yang ditutupi kabut sehingga Kakashi dengan sharingannya pun sangat kesulitan mengimbangi teknik Zabuza tersebut. Namun, Naruto yang kehilangan kontrol dan membiarkan chakra kyubi menguasainya akhirnya mampu mengalahkan Haku lewat satu pukulan serta membalikkan keadaan. Pertarungan ini merupakan pertarungan besar untuk Naruto yang pertama, dimana Naruto melihat kematian Haku yang tragis, serta kalimat yang dilontarkan Naruto sesaat setelah Haku meninggal berhasil membuka hati dari seorang Zabuza, si mesin pembunuh berdarah dingin.


07. Rock Lee vs Gaara



Pertarungan pertama yang mewakilkan Kerja keras vs Berbakat. Penonton yang mengetahui betapa berat latihan dan usaha yang dilakukan Lee demi mendapatkan gelar ninja tentu sepenuhnya mendukung Lee sehingga kala Lee berhasil menghantamkan pukulan telak ke Gaara, penonton pun dipaksa untuk berteriak "FUCK YEAH!!!!". Namun, Gaara yang kala itu masih menyeramkan tetap masih terlalu kuat untuk Lee. Dan pertarungan epik ini ditutupi dengan momen yang berhasil mengucurkan air mata, bahkan untuk pria sekalipun. Siapa yang tidak tersentuh melihat Lee seperti ini di akhir pertarungan.







06. Sandaime Hokage vs Orochimaru 



Pertarungan antara guru dan murid. Orochimaru yang berniat menghancurkan Konoha sadar bila tujuan utamanya tersebut akan tercapai bila ia berhasil membunuh mantan mentornya. Sandaime Hokage yang telah dimakan usia pun sepenuhnya mengeluarkan kekuatan terbaiknya untuk menghentikan Orochimaru, namun sayangnya Orochimaru berhasil memanfaatkan usia senja Sandaime. Usaha Sandaime semakin berat tatkala Orochimaru menggunakan Edo Tense No Jutsu untuk memanggil dua hokage pendahulu. Momen dimana Hokage Pertama dan Kedua dibangkitkan adalah momen surprise disini karena sama sekali tidak ada clue mengenai siapa yang akan dibangkitkan Orochimaru. Dua karakter tersebut memiliki andil besar menambah keseruan, melihat Hokage ketiga mati-matian menghindari serangan mereka tentu sebuah hiburan tersendiri.


05. Naruto vs Gaara



Gaara kehilangan kendali saat bertarung dengan Sasuke di ujian Chunin. Saat Gaara mengamuk, disaat itu pula rencana Orochimaru dan shinobi Sunagakure untuk menghancurkan Konoha dimulai. Sasuke yang merasa pertarungannya dengan Gaara belum berakhir memutuskan untuk mengejar Gaara. Naruto pun melakukan hal yang sama, ditemani oleh Sakura dan Shikamaru. Sasuke pun berhasil menyusul Gaara, namun Sasuke rupanya tidak mampu mencapai kemampuan level Gaara di kala Gaara kehilangan kendali sehingga Sasuke dikalahkan. Sosok Gaara yang tak tertandingi ini akhirnya berhadapan dengan Naruto, yang praktis menjadi satu-satunya yang bisa diandalkan pada situasi tersebut. Naruto yang semula memiliki rasa takut terhadap Gaara memaksakan diri untuk melakukan perlawanan demi melindungi teman-temannya. Berkat rasa perduli serta sayang yang dimiliki Naruto untuk Sakura dan Sasuke, Naruto sukses mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan mampu menyaingi Gaara. Pertarungan ini menjadi spesial karena Naruto dan Gaara adalah karakter yang memiliki banyak persamaan. Mereka memiliki masa kecil yang pahit, keduanya merupakan jinchuriki, dan penduduk desa membenci mereka ketika mereka masih kecil. Naruto mengerti penderitaan Gaara, karena itu ketika Naruto yang tidak bisa bergerak namun tetap memaksakan diri merangkak untuk menghadapi Gaara yang juga mengalami keadaan serupa lalu mengungkapkan Gaara bukanlah dirinya seorang yang memiliki penderitaan yang serupa, tetapi ada juga yang bisa mengerti penderitaan Gaara, dan orang tersebut adalah Naruto. Pendalaman cerita di dalam pertempuran ini lah yang membuat pertarungan Naruto vs Gaara adalah salah satu favorit saya.


04. Sasuke vs Itachi Uchiha



Selain Naruto vs Sasuke, pertarungan ini adalah dream fight lainnya. Akhirnya setelah beberapa ratus episode, keduanya melakukan pertarungan satu melawan satu. Sasuke yang telah bertambah kuat hasil dari latihannya dengan Orochimaru merasa yakin dendamnya akan terbalaskan. Pertarungan antar saudara yang emosional dan juga personal. Sasuke dan Itachi sama-sama mengeluarkan teknik terhebat mereka, dan kita pun melihat debut kekuatan terbesar Sasuke yaitu Kirin yang mematikan itu. Tidak lupa juga pertama kali nya kita melihat bermacam-macam kekuatan dari mata Sharingan, salah satunya Susano'o. Pertarungan ini menjadi kisah tragedi tersendiri saat momen aftermath nya, Tobi menceritakan masa lalu kelam Itachi Uchiha.


03. Naruto vs Sasuke Part 1



Cukup sulit untuk memilih pertarungan Naruto vs Sasuke yang mana yang layak untuk masuk dalam list ini, tetapi akhirnya saya lebih memilih pertarungan mereka yang pertama ketimbang pertarungan kedua mereka yang sekaligus juga menjadi pertarungan terakhir mereka. Alasan pertama mengapa saya lebih memilih Part 1 adalah ada unsur nostalgia setiap menonton dream fight ini. Selain itu final battle dua karakter utama ini sedikit tercoreng akibat versi animenya malah menyelipkan pertarungan layaknya Power Rangers dengan Megazordnya. Beda dengan versi anime nya untuk part 1 yang tidak mengecewakan karena setia dengan versi manga nya. Yang menonjol dalam pertarungan ini adalah kita menyaksikan Naruto dan Sasuke mengalami power up masing-masing. Naruto mode kyubi, lalu chakra nya meningkat hingga chakra nya terlihat membentuk 1 ekor, begitu juga sebaliknya Sasuke yang berhasil mendapatkan tiga titik hitam Sharingannya, dan bertransformasi menjadi Sasuke versi Jotai. Pertarungan ini pun ditutup dengan momen ikonik saat Rasengan berbenturan dengan Chidori.


02. Kakashi vs Obito



Kembali pertarungan yang melibatkan masa lalu dan perasaan masing-masing. Kakashi terpaksa harus berhadapan dengan Obito, orang yang selama ini merupakan pahlawan bagi nya karena Obito lah yang merubah Kakashi menjadi shinobi yang tidak terlalu patuh lagi dengan peraturan. Namun Kakashi harus menerima fakta bila pahlawan tersebut malah terjatuh ke lubang kegelapan akibat kehilangan yang ia alami. Ironis bukan? Semua emosi yang ada, tercurah di medan pertarungan. Pertarungan Kakashi-Obito adalah contoh bagaimana seharusnya pertarungan ninja terjadi. Hand to hand combat yang merupakan jenis pertarungan favorit saya, penggunaan jutsu yang tidak berlebihan, dan saling adu strategi untuk menipu lawan. Pertarungan yang epik ini turut pula dibantu dengan animasi yang mengagumkan dalam versi animenya.


01. Naruto vs Pain



Well, is there anything else? We anticipate this fight and boy, it's outstanding. Keduanya memiliki guru yang sama, namun satu di antaranya merupakan orang yang paling bertanggung jawab menghilangkan segala sesuatu yang disayangi oleh Naruto, terutama sang mentor, Jiraiya. Pertarungan ini bukan hanya menceritakan karakter utama ingin membalaskan dendam, tetapi juga mempertanyakan apa arti sebenarnya kedamaian, keadilan, dan apakah shinobi masih bisa mempertahankan segala idealisme nya saat shinobi tersebut merasakan kehilangan yang begitu besar. Tidak hanya story yang mengiringi, Naruto vs Pain juga disokong build up yang begitu tertata rapi. Dan saya belum membicarakan beberapa momen tak terlupakan yang terjadi di dalam pertarungan ini. The definition of Epicness. Period

Selesai sudah posting saya yang saya tulis untuk menghormati animanga yang senantiasa menemani saya dari awal mengerti dunia animanga. Terima kasih untuk segala pihak yang terlibat akan terciptanya Naruto, terutama Masashi Kishimoto yang memberikan banyak sekali pelajaran melalui karya masterpiece nya ini yang tak akan pernah lekang oleh waktu. Sebuah perjalanan panjang yang takkan terlupakan, tawa, tangis, emosi, semua terlimpahkan dalam mengikuti animanga Naruto. Thank you, my inspiration.







Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!